China Utangi Afrika Rp890 T, Bantah Perangkap untuk Penjajahan

Selasa, 04 September 2018 - 06:57 WIB
China Utangi Afrika...
China Utangi Afrika Rp890 T, Bantah Perangkap untuk Penjajahan
A A A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping menjanjikan dana USD60 miliar (lebih dari Rp890 triliun) untuk membiayai proyek-proyek di negara-negara Afrika dalam bentuk investasi dan pinjaman atau utang. Dia membantah pinjaman itu sebagai perangkap utang untuk menciptakan kolonialisme baru di benua tersebut.

Menurut Xi, pihaknya terus berupaya untuk menghubungkan prospek ekonomi benua Afrika dengan negaranya.

Berbicara pada forum pertemuan para pemimpin Afrika di Beijing pada hari Senin, Xi mengatakan angka tersebut termasuk USD15 miliar dalam bentuk hibah, pinjaman bebas bunga dan pinjaman lunak, USD20 miliar dalam jalur kredit, USD10 miliar untuk "pembiayaan pembangunan" dan USD5 miliar untuk pembelian impor dari Afrika .

Selain itu, dia mengatakan China akan mendorong perusahaannya untuk berinvestasi setidaknya USD10 miliar di Afrika selama tiga tahun ke depan. "Investasi China di benua itu tidak memiliki ikatan politik," kata Xi yang membantah bahwa utang sebesar itu sebagai perangkap untuk menciptakan penjajahan atau kolonialisme baru.

"Investasi China di Afrika datang tanpa ikatan politik," kata Xi. "China tidak ikut campur dalam urusan internal Afrika dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri di Afrika."

Kepada para pengusaha sebelum pembukaan resmi Forum Kerjasama China-Afrika, Xi mengatakan inisiatif "Belt and Road" akan memperluas pasar. Dia mencoba untuk meredakan kekhawatiran bahwa Beijing ingin membangun pengaruh strategis. Dia menjanjikan investasi China datang dengan tidak ada ikatan politik.

"Unilateralisme dan proteksionisme sedang meningkat. Pertumbuhan ekonomi tidak memiliki dorongan kuat," kata Xi dalam sebuah pidato. "Kerjasama China-Afrika di bawah BRI (Belt and Road Initiative) adalah jalan menuju kemakmuran bersama yang membawa manfaat bagi kedua bangsa kita," katanya lagi, seperti dikutip Telegraph, Selasa (4/92018).

Selama pidato di forum, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa juga memberikan bantahan keras soal kekhawatiran bahwa bantuan pembangunan China di Afrika untuk menciptakan kolonialisme baru. Dia membantah pandangan bahwa kolonialisme baru sedang mencengkeram di Afrika.

Inisiatif ini melibatkan ratusan proyek, yang sebagian besar dibangun oleh kontraktor China dan dibiayai oleh pinjaman dari bank-bank milik negara China. Inisiatif ini merambah sekitar 65 negara mulai dari Pasifik Selatan melalui Asia menuju ke Afrika dan Timur Tengah.

Forum Beijing diklaim menyatukan para pemimpin dari China dan lebih dari 50 negara Afrika. Puluhan pemimpin Afrika bertemu dengan Xi sebelum konferensi.
(mas)
Berita Terkait
Sidang Parlemen Uni...
Sidang Parlemen Uni Afrika Berubah Jadi Kekacauan, Anggota Saling Baku Hantam
Uni Afrika Desak Dunia...
Uni Afrika Desak Dunia Hapus Larangan Perjalanan karena Kekhawatiran Omicron
Pemimpin Afrika Disambut...
Pemimpin Afrika Disambut Karpet Merah di China, Berikut 5 Motivasinya
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
Sebanyak 14 Negara Bentuk...
Sebanyak 14 Negara Bentuk Blok untuk Usir Israel dari Uni Afrika
Otoritas Kesehatan Afrika:...
Otoritas Kesehatan Afrika: Penyebaran Cacar Monyet Sudah Jadi Keadaan Darurat
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
4 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
5 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
6 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
7 jam yang lalu
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
8 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved