Rusia Peringatkan AS: Jangan Bermain Api di Suriah

Jum'at, 31 Agustus 2018 - 02:33 WIB
Rusia Peringatkan AS:...
Rusia Peringatkan AS: Jangan Bermain Api di Suriah
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak menggunakan provokasi senjata kimia untuk membenarkan serangan baru terhadap pasukan Suriah. Ia mengatakan Moskow memperingatkan Barat untuk tidak bermain api di Suriah.

Sergei Lavrov menegaskan kembali peringatan bahwa serangan senjata kimia yang dipentaskan di provinsi Idlib Suriah dapat memicu serangan pimpinan AS terhadap pasukan yang setia kepada Damaskus.

"Sebuah provokasi baru sedang dipersiapkan oleh Barat untuk menghambat operasi anti-teroris di Idlib," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama dengan rekannya dari Suriah, Walid Muallem.

"Kami memiliki fakta di atas meja dan telah mengeluarkan peringatan yang kuat kepada mitra Barat kami melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri kami untuk tidak bermain dengan api," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (31/8/2018).

Sebelumnya, militer Rusia melaporkan bahwa sekelompok militan di Suriah sedang mempersiapkan aksi provokasi, di mana gas klorin akan digunakan untuk menuding pasukan pemerintah Suriah. Insiden ini akan digunakan oleh AS dan sekutunya untuk membenarkan serangan baru terhadap negara itu, serupa dengan apa yang terjadi pada bulan April, menurut klaim tersebut.

Sementara itu di tengah ketegangan internasional, Rusia telah meluncurkan latihan angkatan laut besar-besaran di Laut Mediterania. Latihan angkatan laut itu melibatkan 25 kapal dan 30 pesawat, termasuk pembom strategis Tu-160.

AS sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya akan membalas serangan kimia yang mungkin dilakukan oleh pemerintah Suriah, menggunakan lebih banyak senjata api daripada pada April lalu. Serangan tripartit sebelumnya oleh AS, Inggris dan Prancis menargetkan apa yang mereka sebut situs yang terlibat dalam penelitian senjata kimia. Serangan itu datang sebagai tanggapan terhadap dugaan penggunaan bom klorin yang diimprovisasi terhadap wilayah yang dikuasai militan. Rusia bersikeras bahwa insiden itu telah dipentaskan dengan tujuan memicu respon Barat.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
58 menit yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
2 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
3 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
4 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
5 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved