Leiberman: Perjanjian Perdamaian Suriah Tidak Berlaku untuk Israel
Jum'at, 31 Agustus 2018 - 00:56 WIB
Leiberman: Perjanjian Perdamaian Suriah Tidak Berlaku untuk Israel
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman mengatakan kemungkinan perdamaian internasional mengenai Suriah tidak akan berlaku untuk Israel. Hal itu ditegaskannya selama tur di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Suriah.
"Perjanjian internasional dengan Suriah demi Idlib tidak mengikat Israel," kata Lieberman.
"Satu-satunya yang mengkhawatirkan kami adalah kepentingan keamanan Negara Israel," imbuh seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (31/8/2018).
Idlib adalah benteng pertahanan besar terakhir kelompok oposisi. Pasukan pemerintah Suriah siap melancarkan serangan untuk merebutnya kembali, dalam upaya mengakhiri perang saudara tujuh tahun.
Lieberman bersumpah bahwa Israel akan terus bertindak di Suriah sebagaimana dianggap perlu untuk keamanannya.
Pernyataan Lieberman muncul di tengah-tengah pembicaraan tentang kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang tujuh tahun di Suriah.
Iran dan Suriah baru mencapai kesepakatan untuk mempertahankan kehadiran militer Iran di negara yang dilanda perang itu. Sementara itu, para pemimpin Rusia, Turki dan Iran diperkirakan akan mengadakan pembicaraan di Iran minggu depan untuk membahas cara-cara untuk menemukan solusi politik terhadap perang sipil Suriah.
Israel semakin prihatin dengan upaya Iran untuk membangun kehadiran militer permanen di Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya telah mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk memaksa Iran menarik pasukannya sepenuhnya dari Suriah.
Perjanjian kerja sama militer Iran yang ditandatangani dengan Suriah awal pekan ini memperbarui kekhawatiran Israel.
Pada hari Rabu, Netanyahu mengulangi ancamannya untuk meluncurkan serangan terhadap target militer Iran di Suriah.
"Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan terus mengambil tindakan keras dan tegas terhadap upaya Iran untuk menempatkan pasukan dan sistem persenjataan canggih di Suriah," katanya.
"Tidak ada kesepakatan antara Suriah dan Iran akan menghalangi kami," tambahnya.
Angkatan udara Israel telah melakukan lusinan serangan udara di dalam Suriah, biasanya menargetkan situs-situs Iran yang diduga atau konvoi senjata pasukan Hezbollah yang berbasis di Lebanon.
"Perjanjian internasional dengan Suriah demi Idlib tidak mengikat Israel," kata Lieberman.
"Satu-satunya yang mengkhawatirkan kami adalah kepentingan keamanan Negara Israel," imbuh seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (31/8/2018).
Idlib adalah benteng pertahanan besar terakhir kelompok oposisi. Pasukan pemerintah Suriah siap melancarkan serangan untuk merebutnya kembali, dalam upaya mengakhiri perang saudara tujuh tahun.
Lieberman bersumpah bahwa Israel akan terus bertindak di Suriah sebagaimana dianggap perlu untuk keamanannya.
Pernyataan Lieberman muncul di tengah-tengah pembicaraan tentang kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang tujuh tahun di Suriah.
Iran dan Suriah baru mencapai kesepakatan untuk mempertahankan kehadiran militer Iran di negara yang dilanda perang itu. Sementara itu, para pemimpin Rusia, Turki dan Iran diperkirakan akan mengadakan pembicaraan di Iran minggu depan untuk membahas cara-cara untuk menemukan solusi politik terhadap perang sipil Suriah.
Israel semakin prihatin dengan upaya Iran untuk membangun kehadiran militer permanen di Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya telah mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump untuk memaksa Iran menarik pasukannya sepenuhnya dari Suriah.
Perjanjian kerja sama militer Iran yang ditandatangani dengan Suriah awal pekan ini memperbarui kekhawatiran Israel.
Pada hari Rabu, Netanyahu mengulangi ancamannya untuk meluncurkan serangan terhadap target militer Iran di Suriah.
"Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan terus mengambil tindakan keras dan tegas terhadap upaya Iran untuk menempatkan pasukan dan sistem persenjataan canggih di Suriah," katanya.
"Tidak ada kesepakatan antara Suriah dan Iran akan menghalangi kami," tambahnya.
Angkatan udara Israel telah melakukan lusinan serangan udara di dalam Suriah, biasanya menargetkan situs-situs Iran yang diduga atau konvoi senjata pasukan Hezbollah yang berbasis di Lebanon.
(ian)