Diprediksi akan Gempur Idlib, Rusia Tumpuk Militer di Mediterania

Kamis, 30 Agustus 2018 - 13:50 WIB
Diprediksi akan Gempur...
Diprediksi akan Gempur Idlib, Rusia Tumpuk Militer di Mediterania
A A A
BRUSSELS - Kehadiran angkatan laut militer Rusia ditingkatkan di Laut Mediterania. Pemandangan ini terjadi di tengah prediksi bahwa wilayah Idlib, akan diserang pasukan rezim Suriah dan Rusia.

Penumpukan kekuatan militer Moskow di Laut Mediterania itu dilaporkan Aliansi Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang bermarkas di Brussels.

Idlib merupakan provinsi Suriah di wilayah utara. Wilayah itu menjadi basis terakhir pemberontak terbesar di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Sebelumnya, Moskow mengaku sudah memberikan informasi intelijen kepada Washington bahwa akan ada serangan senjata kimia di Idlib yang dilakukan kelompok militan. Menurut Moskow, serangan senjata kimia yang direncanakan itu sengaja untuk memfitnah rezim Assad atau dikenal sebagai serangan "bendera palsu".

Sebaliknya, Washington juga memperingatkan Rusia dan Suriah akan konsekuensinya jika nekat menyerang wilayah Idlib.

"Kami tidak akan berspekulasi tentang niat armada Rusia, tetapi penting bahwa semua aktor di wilayah itu menahan diri dan menahan diri dari memburuknya situasi kemanusiaan yang sudah buruk di Suriah," kata juru bicara NATO, Oana Lungescu, seperti dikutip Fox News, Kamis (30/8/2018).

Dia mengatakan beberapa kapal perang Rusia yang dilengkapi dengan rudal jelajah sudah berdatangan di Laut Mediterania.

Pejabat pertahanan Rusia tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Setidaknya delapan kapal, termasuk sebuah kapal perang dengan rudal jelajah dan dua kapal selam yang juga membawa rudal, telah bergabung dengan armada Rusia selama tiga minggu terakhir.

Laporan lain dari media Rusia mengindikasikan ada sekitar 15 kapal angkatan laut Rusia di Mediterania.

Moskow telah berulang kali menuduh bahwa pemberontak Suriah sedang mempersiapkan serangan senjata kimia di Idlib sebagai provokasi agar rezim Suriah diserang negara-negara Barat.

Surat kabar Moskovsky Komsomolets melaporkan, penumpukan angkatan laut terkait dengan prospek itu. "Amerika Serikat dan sekutunya telah memaksa Rusia mengirim kelompok (kapal perang) yang kuat ke Laut Tengah," tulis surat kabar tersebut.

Washington menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi serangan dalam bentuk apa pun di Idlib.

"Kami akan meminta mereka bertanggung jawab dan kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas itu, terutama untuk penggunaan senjata kimia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert, mengacu pada rezim Suriah.

"Kami akan mendorong Rusia untuk membuat hal ini sangat jelas bagi Damaskus, bahwa itu (serangan) tidak akan ditoleransi," imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Berita Terkini
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
51 menit yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
1 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
3 jam yang lalu
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved