Indonesia Dorong Myanmar Terapkan Formula 4+1 untuk Atasi Krisis Rohingya

Kamis, 30 Agustus 2018 - 00:04 WIB
Indonesia Dorong Myanmar...
Indonesia Dorong Myanmar Terapkan Formula 4+1 untuk Atasi Krisis Rohingya
A A A
JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir menuturkan, laporan tim pencari fakta Dewan HAM PBB menunjukan pentingnya implementasi formula 4+1 yang disampaikan Indonesia kepada Myanmar. Formula itu disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi di Myanmar tahun lalu.

"Ini baru laporan sementara, laporan lengkapnya baru akan dikeluarkan pada september mendatang. Tentunya Indonesia mencatat laporan awal dari tim pencari fakta Dewan HAM mengenai situasi di Myanmar, khususnya di Rakhine State," ucap Arrmanantha pada Rabu (29/8).

"Dari berbagai perkembangan yang kita lihat selama ini, termasuk dari laporan yang baru dikeluarkan, Indonesia semakin meyakini bahwa kita terus mendorong agar Myanmar untuk mengimplementasikan formula yang kita sampaikan tahun lalu itu, yakni formula 4+1. Karena kita percaya, apabila itu dilaksanakan, berbagai catatan dalam laporan itu bisa diselesaikan," sambungnya.

Dia menuturkan, dalam formula 4+1 itu terdiri dari antara lain untuk memastikan pemberian jaminan keamanan kepada masyarakat yang ada di Rakhien State, agar semua pihak menahan diri, dan langkah kongkrit untuk memberikan perlindungan untuk semua.

"Di tiga poin ini, walaupun kita sudah melihat adanya upaya, namun kita rasa belum seperti yang kita harapkan. Keempat poin itu memberikan akses bantuan kemanusian. Indonesia sendiri secara bilateral sudah memberikan bantuan, tapi selain Indonesia ada juga berbagai negara lain, termasuk organisasi internasional," jelasnya.

Sedangkan plus satunya itu, Indonesia tekankan kembali agar rekomendasi dari Kofi Annan, sosok yang diminta langsung oleh pemerintah Myanmar untuk melakukan investigasi di Rakhine, untuk diimplementasikan, khususnya yang terkait dengan upaya memberikan akses kegiatan ekonomi kepada masyarakat di Rakhine State secara inklusif.

"Ini kita lihat apabila diimplementasikan secara penuh, tentunya berbagai langkah, berbagai refleksi yang ada di laporan awal bisa diselesaikan," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Etnis Rohingya Terbanyak di Dunia
Mengapa Indonesia Menerima...
Mengapa Indonesia Menerima Pengungsi Rohingya?
Menlu Retno Sebut Myanmar...
Menlu Retno Sebut Myanmar Rumah Bagi Rohingya
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Pemerintah Putuskan...
Pemerintah Putuskan Tampung Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Laut Bireun
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
2 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
3 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
5 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
7 jam yang lalu
Infografis
Xiaomi Menggila: No...
Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved