Minimnya Jumlah Kursi Roda Jadi Evaluasi Haji Tahun Depan
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 15:52 WIB
Minimnya Jumlah Kursi Roda Jadi Evaluasi Haji Tahun Depan
A
A
A
MEKKAH - Kurangnya peralatan kesehatan di seputaran Jamarat seperti kursi roda dan tandu akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah Indonesia.
Hal ini dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai lontar Jamarat, Kamis (23/8). Menag mengakui walaupun relatif lancar, fase krusial pada saat lempar Jamarat hari pertama menyisakan persoalan kurangnya kursi roda.
“Tahun ini yang lansia itu memang cukup banyak. Tentu ini menjadi bahan evaluasi kita mengenai bagaimana kursi roda ini bisa lebih mencukupi di tahun yang akan datang,” kata Menag.
Saat bekerja di lapangan, tim Mobile Crisis Rescue (MCR) sempat kewalahan karena banyaknya permintaan jamaah yang kelelahan dan meminta dibawa dengan kursi roda. Tentu saja skala prioritas kursi roda diperuntukkan bagi jamaah yang kondisinya kritis.
“Jadi, kita memiliki kekurangan kursi roda dan tandu karena di sepanjang jalan itu tidak boleh ada pos kesehatan yang stasioner, yang menetap, dan harus mobile,” tandas Menag. Menag mengatakan, kursi roda memang sangat diperlukan karena banyaknya jamaah haji yang masuk kategori berisiko tinggi.
“Kursi roda memang diperlukan karena jumlah jamaah haji kita yang lansia yang membutuhkan kursi roda itu cukup banyak. Ini menjadi bahan evaluasi kita tahun depan agar kita sikapi lebih baik lagi,” paparnya.
Sementara itu, setelah menyelesaikan proses lontar jumrah selama tiga hari di Mina, seluruh jamaah mulai bergerak ke Mekkah untuk kembali ke pemondokan masing-masing kemarin.
Pergerakan jamaah dari Mina ke Mekkah sudah berlangsung dari Kamis (23/8) untuk jamaah yang masuk dalam gelombang nafar awal. Sementara yang ikut nafar tsani baru sore kemarin didorong kembali ke Mekkah.
“Pastikan sore hari ini (kemarin sore) semua jamaah sudah diberangkatkan ke Mekkah, tidak ada kecuali,” kata Kepala Daker Madinah Muhamad Khanif di Mina, Mekkah, Arab Saudi.
Khanif mengatakan, untuk jamaah yang tadinya melaksanakan nafar awal, kemudian berubah menjadi nafar tsani, maka semua harus difasilitasi tidak ada alasan maktab tidak memfasilitasi. “Kalaupun ada yang masih tertinggal, kita yang berkewajiban memberangkatkan,” ujarnya.
Khanif juga mengapresiasi petugas yang bahu-membahu memberikan pelayanan kepada jamaah selama di Mina, meski mereka petugas dari Daker Madinah. Sementara mulai Sabtu (25/8), jamaah dipastikan sudah mendapatkan layanan transportasi dan katering yang sempat terhenti selama delapan hari lantaran terputusnya transportasi pada masa puncak haji di Armina.
Hal ini dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai lontar Jamarat, Kamis (23/8). Menag mengakui walaupun relatif lancar, fase krusial pada saat lempar Jamarat hari pertama menyisakan persoalan kurangnya kursi roda.
“Tahun ini yang lansia itu memang cukup banyak. Tentu ini menjadi bahan evaluasi kita mengenai bagaimana kursi roda ini bisa lebih mencukupi di tahun yang akan datang,” kata Menag.
Saat bekerja di lapangan, tim Mobile Crisis Rescue (MCR) sempat kewalahan karena banyaknya permintaan jamaah yang kelelahan dan meminta dibawa dengan kursi roda. Tentu saja skala prioritas kursi roda diperuntukkan bagi jamaah yang kondisinya kritis.
“Jadi, kita memiliki kekurangan kursi roda dan tandu karena di sepanjang jalan itu tidak boleh ada pos kesehatan yang stasioner, yang menetap, dan harus mobile,” tandas Menag. Menag mengatakan, kursi roda memang sangat diperlukan karena banyaknya jamaah haji yang masuk kategori berisiko tinggi.
“Kursi roda memang diperlukan karena jumlah jamaah haji kita yang lansia yang membutuhkan kursi roda itu cukup banyak. Ini menjadi bahan evaluasi kita tahun depan agar kita sikapi lebih baik lagi,” paparnya.
Sementara itu, setelah menyelesaikan proses lontar jumrah selama tiga hari di Mina, seluruh jamaah mulai bergerak ke Mekkah untuk kembali ke pemondokan masing-masing kemarin.
Pergerakan jamaah dari Mina ke Mekkah sudah berlangsung dari Kamis (23/8) untuk jamaah yang masuk dalam gelombang nafar awal. Sementara yang ikut nafar tsani baru sore kemarin didorong kembali ke Mekkah.
“Pastikan sore hari ini (kemarin sore) semua jamaah sudah diberangkatkan ke Mekkah, tidak ada kecuali,” kata Kepala Daker Madinah Muhamad Khanif di Mina, Mekkah, Arab Saudi.
Khanif mengatakan, untuk jamaah yang tadinya melaksanakan nafar awal, kemudian berubah menjadi nafar tsani, maka semua harus difasilitasi tidak ada alasan maktab tidak memfasilitasi. “Kalaupun ada yang masih tertinggal, kita yang berkewajiban memberangkatkan,” ujarnya.
Khanif juga mengapresiasi petugas yang bahu-membahu memberikan pelayanan kepada jamaah selama di Mina, meski mereka petugas dari Daker Madinah. Sementara mulai Sabtu (25/8), jamaah dipastikan sudah mendapatkan layanan transportasi dan katering yang sempat terhenti selama delapan hari lantaran terputusnya transportasi pada masa puncak haji di Armina.
(don)