Dokter Pemerkosa Bebas dari Hukuman Penjara, Korban Pasrah

Senin, 20 Agustus 2018 - 22:01 WIB
Dokter Pemerkosa Bebas...
Dokter Pemerkosa Bebas dari Hukuman Penjara, Korban Pasrah
A A A
HOUSTON - Laura, pasien yang diperkosa oleh dokter di rumah sakit di Houston, Amerika Serikat (AS) mengaku pasrah dengan keputusan pengadilan. Pengadilan memutuskan untuk melepas dokter Shafeeq Sheikh, meskipun dia divonis bersalah karena memperkosa pasiennya yang tengah di bawah pengaruh obat bius.

Melansir Chron pada Senin (20/8), Laura, yang berbicara melalui pengacaranya mengatakan bahwa menolak mengomentari keputusan pengadilan dan ingn meletakan semuanya di belakang dan melanjutkan hidup.

Sama halnya dengan Laura, Sheikh juga menolak untuk mengomentari putusan pengadilan. Pria berusia 46 tahun itu lebih memilih untuk menemui keluarganya, dibandingkan melayani permintaan wawancara media.

Terkait dengan putusan lepas dari hukuman penjara, banyak pihak yang mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Salah satu yang mengaku terkejut adalah Sonia Corrales, kepala petugas program di Pusat Wanita Houston.

"Sering kali, pelaku akan berusaha untuk meminimalkan dampak dari tindakan mereka dengan mengklaim itu bukan kekerasan seksual, tetapi seks konsensual. Kekerasan seksual adalah pilihan yang disengaja yang dilakukan pelaku untuk menyakiti manusia lain dan harus ditangani oleh sistem peradilan pidana dengan tingkat keparahan yang sama seperti kejahatan kekerasan lainnya," ucap Sonia.

Seperti diketahui, panel hakim yang terdiri dari tujuh hakim pria dan lima hakim perempuan menemukan bahwa dokter Sheikh bersalah atas pemerkosaan terhadap seorang pasien perempuan. Namun, para hakim memutuskan dokter itu tidak akan masuk penjara. Kendati demikian, dokter itu diwajibkan mendaftar sebagai pelaku kejahatan seks seumur hidup.

Insiden pemerkosaan terjadi pada 2015, di mana saat itu pasien telah dibius ketika Sheikh datang ke kamar tidurnya. Saat itu, dokter tersebut mengatakan kepada korban yang sedang sakit asma bahwa dia perlu memeriksa paru-parunya.

Sheikh kemudian menyentuh bagian dada dan organ kemaluan pasien di bawah gaun yang disediakan rumah sakit. Pasien bernama Laura tersebut masih sadar meski telah dibius. Dia mencoba menggunakan tombol panggil untuk memanggil seorang perawat, tetapi tidak ada yang datang.

Investigator menemukan bahwa mesin pemanggil itu tidak berfungsi. Setelah insiden itu, dokter Sheikh kembali ke kamar Laura untuk kedua kalinya. Untuk kedua kalinya, dokter itu melakukan aksi pemerkosaan.

Polisi yang memeriksa alat-alat yang terkait dengan pemerkosaan itu menemukan sampel DNA yang cocok dengan DNA Sheikh. Dalam persidangan, Sheikh bersaksi korbanlah yang telah memulai dengan memindahkan tangannya ke dadanya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
10 menit yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
1 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
3 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved