Dua WNI Nonkuota Haji Telantar di Bandara Jeddah

Kamis, 09 Agustus 2018 - 14:42 WIB
Dua WNI Nonkuota Haji...
Dua WNI Nonkuota Haji Telantar di Bandara Jeddah
A A A
JEDDAH - Dua warga negara Indonesia (WNI) nonkuota haji telantar di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, kemarin. Jumailiah, 60, dan Mariana, 78, mengaku tiba dengan maskapai Saudi Arabia Airlines kemudian ditinggal rombongannya yang berangkat ke Mekkah. Keduanya kebingungan dan berjalan ke sana ke mari saat ditemukan petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi.

“Tolong Pak… tolong, bagaimana nasib saya ini,” kata Jumailiah. Dia mengaku berangkat dalam rombongan empat orang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (7/8) malam. Mereka berangkat haji melalui jalur nonkuota.

Dalam keterangan visa yang dibawa Jumailiah, kedatangan ke Tanah Suci dengan status sebagai tamu kerajaan. Dalam visa itu juga tercantum biaya senilai 6.600 riyal Arab Saudi atau sekitar Rp26 juta. Jumailiah mengklaim berasal dari Desa Robatan, Sampang, Jawa Timur.

Alamat paspornya didaftarkan di Tanjung Perak. “Saya ndak tahu bagaimana, pokoknya didaftarkan ponakan saya,” katanya. Sedangkan Mariana sedianya ditemani anak kandungnya. Namun, ketika turun dari pesawat sang anak meninggalkan mereka di Bandara Jeddah. “Terus ibunya dititipkan ke saya,” kata Jumailiah. Saat ditanyai, Mariana sudah agak sukar menjawab. Dia mengaku berasal dari Sukabumi, Jawa Barat dan hanya tahu bahwa dia didaftarkan anaknya berangkat haji.

Dari visanya, dia didaftarkan berangkat dengan paspor keluaran kantor imigrasi di Jakarta. “Sudah saya mau pulang saja, tolong antar ke rumah saya di Pasar Kemis,” kata Mariana. Sepanjang gelombang keda tangan haji Indonesia tahun ini, sudah tampak beberapa datang dengan jalur nonkuota atau yang awam disebut haji furodah tersebut.

Pada awalawal kedatangan gelombang kedua di Jeddah, belasan sudah terdeteksi datang melalui Bandara King Abdul Aziz. Pihak PPIH Arab Saudi tak punya kewenangan menangani jamaah yang datang dengan jalur tersebut seturut regulasi di Arab Saudi.

“Kita coba hubungi pihak penjemput, tapi belum berhasil,” kata salah satu petugas haji. Setelah lama terkatung-katung, akhirnya keduanya diberangkatkan ke Makkah. “Mereka langsung diurus Muasasah Asia Tenggara,” kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat di Bandara Jeddah.

Muasasah Asia Tenggara merupakan lembaga nonstruktural di pemerintahan Kerajaan Arab Saudi yang ditunjuk melayani jamaah haji dari kawasan tersebut. Oleh pihak muasasah, mereka bakal ditempatkan di maktab nonkuota di Mekkah.

Mereka rencananya dipondokkan di salah satu hotel yang berjarak 4 kilometer dari Masjidil haram dan akan tinggal di Mekkah selama dua bulan. Arsyad mengatakan, terlepas dari cara haji furodah memperoleh visa haji, mereka akan dilayani muasasah Arab Saudi.

Namun, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya bertanggung jawab atas jamaah dalam kuota yang disepakati Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah RI. Jika ada persoalan yang nanti menimpa jamaah furodah, hal tersebut akan diurusi KJRI Jeddah.

Sebelum diberangkatkan, dua jamaah furodah lansia kemarin sempat diberi makan dan ditenangkan para petugas Daker Bandara PPIH Arab Saudi. “Kita tak ada regulasinya mengurus mereka. Ini dilakukan atas dasar kemanusiaan,” katanya.
(don)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
25 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved