Malaysia Tutup Pusat Anti-Terorisme yang Didukung Saudi

Rabu, 08 Agustus 2018 - 02:39 WIB
Malaysia Tutup Pusat...
Malaysia Tutup Pusat Anti-Terorisme yang Didukung Saudi
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia yang dipimpin Perdana Menteri Mahathir Mohamad memerintahkan penutupan lembaga pusat anti-terorisme yang didukung Arab Saudi. Padahal, lembaga bernama King Salman Center for International Peace (KSCIP) itu baru diluncurkan sekitar setahun.Tidak ada alasan yang diberikan terkait penutupan kantor yang berbasis di Kuala Lumpur tersebut. Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan, operasi dan fungsi KSCIP selanjutnya akan diambil alih Lembaga Pertahanan dan Keamanan Malaysia.

Pada Juni lalu, Mohamad Sabu mengumumkan peninjauan kembali kehadiran militer Malaysia di Arab Saudi. "(Karena) secara tidak langsung menjerat Malaysia dalam konflik Timur Tengah," katanya.

Pada 2015, mantan Perdana Menteri Najib Razak mengirim pasukan ke Arab Saudi untuk memfasilitasi evakuasi warga Malaysia di Yaman.

Tidak jelas berapa banyak pasukan Malaysia yang dikerahkan ke kerajaan Teluk tersebut. Menurut Sabu, tentara Malaysia tidak pernah terlibat dalam serangan apapun terhadap Yaman, di mana Koalisi Arab pimpinan Saudi melakukan serangan di Yaman sejak 2015 untuk mengalahkan pemberontak Houthi.

Kebijakan Najib telah memunculkan kekhawatiran bahwa Arab Saudi akan memperluas pijakannya di Malaysia. Riyadh selama ini gencar membangun sekolah dan masjid di berbagai wilayah di negara tetangga Indonesia itu dan menawarkan beasiswa kepada orang Malaysia yang ingin belajar di Arab Saudi.

Sementara itu, kubu oposisi Malaysia mengecam penutupan KSCIP. Mengutip laporan Al Jazeera, semalam (7/8/2018), kecaman disampaikan anggota parlemen oposisi Malaysia, Hishammuddin Hussein, yang sebelumnya menjabat menteri pertahanan.

Hishammuddin mengatakan bahwa langkah untuk menutup pusat itu adalah kerugian bagi negaranya di tengah meningkatnya terorisme di dunia Muslim. Dia mengatakan pusat itu bertujuan untuk menempatkan Malaysia yang mayoritas Muslim berada di garis depan perang melawan ekstremisme dan ideologi kekerasan bersama dengan Arab Saudi.

KSCIP diklaim bertujuan untuk menarik para cendekiawan Islam untuk memerangi pandangan-pandangan ekstremis dan mempromosikan toleransi. Kantor KSCIP di Kuala Lumpur merupakan kantor sementara, karena pembangunan untuk bangunan permanen di Putrajaya belum rampung.

Keputusan pemerintah Mahathir itu menambah daftar ketegangan yang telah meningkat di negara itu sejak pemilu 9 Mei. Ketegangan itu melibatkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Najib Razak dengan kubu koalisi Pakatan Harapan yang sukses mengantarkan Mahathir kembali berkuasa.

Raja Malaysia, Sultan Muhammad V, baru-baru ini, meminta ketenangan di tengah meningkatnya ketegangan rasial di negara mayoritas Muslim tersebut.

Lokman Adam, seorang anggota dewan tertinggi UMNO, mengatakan kepada AFP baru-baru ini bahwa hubungan rasial antara orang Melayu dan kelompok minoritas lainnya sedang tegang.

“Hubungan rasial agak tegang. Orang-orang Melayu gelisah. Kami merasa Islam diperlakukan dengan buruk (oleh pemerintah baru)," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Najib Klaim Diberi Rp217...
Najib Klaim Diberi Rp217 Miliar oleh 2 Pangeran Arab Saudi, Sangkal Korupsi 1MDB
Coba Berenang dari Malaysia...
Coba Berenang dari Malaysia ke Makkah, Aksi Pria Ini Viral
Negara yang Banyak Orang...
Negara yang Banyak Orang Jawa, Nomor 1 Jumlahnya Lebih dari 1,5 Juta Jiwa
Rusia Pertimbangkan...
Rusia Pertimbangkan Beri Bebas Visa pada 11 Negara Ini, Termasuk Malaysia
Malaysia Minta Thailand...
Malaysia Minta Thailand Ekstradisi Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Masjidil Haram
Asosiasi Umrah Ungkap...
Asosiasi Umrah Ungkap Perlakuan Beda Arab Saudi Terhadap Jamaah Malaysia
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
4 menit yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
53 menit yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
1 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
2 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
3 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
4 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved