Pejabat Teheran: Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz Serius

Minggu, 29 Juli 2018 - 01:42 WIB
Pejabat Teheran: Ancaman...
Pejabat Teheran: Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz Serius
A A A
TEHERAN - Seorang pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran mengatakan ancaman menutup Selat Hormuz yang dibuat oleh Republik Islam adalah serius. Selat yang jadi jalur kapal-kapal minyak internasional akan ditutup Teheran jika komunitas internasional memblokir ekspor minyak Iran seperti seruan Amerika Serikat.

Juru bicara Urusan Politik untuk Korps Garda Revolusi Iran, Letnan Yidallah Javani, mengatakan ancaman dari negaranya tidak main-main.

"Ketika sebuah negara mengancam Iran dan menimbulkan gagasan bahwa ia dapat memblokir ekspor minyak Iran jika ingin, maka ancaman resiprok Iran adalah ancaman otentik," katanya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Tasnim, yang dikutip Minggu (29/7/2018).

Komentar Javani muncul setelah komandan Pasukan Quds, Qassem Suleimani, mengatakan bahwa bahwa Laut Merah tidak lagi aman. Pernyataan Suleimani itu mengacu serangan milisi Houthi Yaman terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi pada hari Kamis.

Serangan itu telah menghentikan sementara semua pengiriman minyak melalui jalur pelayaran Laut Merah dari Bab al-Mandeb.

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam akan menutup Selat Hormuz dan menghadapi Amerika Serikat yang menyerukan komunitas internasional memblokir ekspor minyak Teheran."Kami memiliki banyak selat dan Hormuz adalah salah satunya," kata Rouhani.

Javani dalam wawancara tersebut juga mengancam akan menyerang pasukan AS yang ditempatkan di Teluk. "Jika ada yang ingin mengancam kepentingan Republik Islam Iran, Iran pada gilirannya akan mengancam kepentingan mereka dengan kemampuannya," katanya.

Dia menjanjikan reaksi alami dari Angkatan Bersenjata Iran untuk kebijakan intimidasi oleh AS.

Presiden AS Donald Trump beberapa hari lalu mengirim pesan peringatan keras kepada Presiden Rouhani melalui Twitter. "Jangan pernah, sekalipun, mengancam AS lagi atau Anda akan menderita konsekuensi sepanjang sejarah," tulis Trump yang teks aslinya berhuruf kapital.

Diplomat Iran Seyed Hossein Mousavian, mantan juru bicara tim diplomasi nuklir Iran dalam negosiasi dengan Uni Eropa dan Badan Energi Atom Internasional, yang juga sangat dekat dengan presiden Rouhani, memperingatkan dampak bagi Teheran jika nekat menutup Selat Hormuz. Menurutnya, jika tindakan itu dilakukan, maka Republik Islam terancam terkena sanksi besar bahkan dari negara-negara sekutunya, seperti China, Rusia dan Uni Eropa.
(mas)
Berita Terkait
AS Kembali ke JCPOA,...
AS Kembali ke JCPOA, Pangeran Saudi: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Iran Tuding Arab Saudi...
Iran Tuding Arab Saudi Punya Rencana Nuklir Rahasia
Dulu Menentang, Sekarang...
Dulu Menentang, Sekarang Arab Saudi Dukung Kesepakatan Nuklir Iran-AS, Mengapa?
Iran Ajukan Usaha Nuklir...
Iran Ajukan Usaha Nuklir Patungan dengan AS dan Negara-negara Arab
Produksi Logam Uranium,...
Produksi Logam Uranium, Arab Saudi: Aktivitas Nuklir Iran Mengkhawatirkan
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
1 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
2 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
6 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
9 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved