Presiden Duterte Teken Undang-Undang Otonomi Daerah Muslim

Jum'at, 27 Juli 2018 - 17:13 WIB
Presiden Duterte Teken...
Presiden Duterte Teken Undang-Undang Otonomi Daerah Muslim
A A A
ZAMBOANGA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menandatangani Undang-undang Otonomi Daerah Bangsamoro wilayah mayorita Muslim di Mindanao. Ini merupakan bentuk perwujudan dari janji yang dibuatnya dalam pidato kenegaraannya.

"BBL (Bangsamoro Basic Law) telah ditandangtangani," kata Duterte selama acara di Zamboanga Sibugay provinsi.

"Tapi aku masih akan kembali karena aku memiliki upacara dengan Jaafar dan Murad," tambahnya seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (27/7/2018).

Duterte merujuk pada Wakil Ketua Pembebasan Islam Moro (MILF) untuk Urusan Politik Ghadzali Jaafar dan Ketua MILF Murad Ebrahim.

Duterte juga mengatakan ia ingin berbicara dengan ketua pendiri Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari, untuk membentuk perjanjian damai yang dapat direalisasikan pada akhir tahun ini.

“Nur, jika kamu saudaraku dan jika kamu mendengarkan, mari kita bicara karena kita sudah tua. Berperang bukan lagi pilihan untuk Anda dan saya,” imbaunya.

MILF adalah kelompok yang memisahkan diri dari MNLF. Kedua kelompok, bersama dengan Tentara Rakyat Baru yang berorientasi pada komunis (NPA), telah melancarkan perjuangan bersenjata melawan militer Filipina sejak akhir 1960-an.

Sementara pembentukan Daerah Otonomi saat ini di Muslim Mindanao (ARMM) adalah hasil negosiasi antara pemerintah dan MNLF, di mana UU Otonomi Bangsamoro telah digodok sebagai hasil dari perjanjian damai yang ditandatangani MILF dengan mantan Presiden Benigno Aquino III di tahun 2014.

Wakil Ketua Pembebasan Islam Moro (MILF) untuk Urusan Politik Ghadzali Jaafar awal pekan ini menyatakan optimisme bahwa kelompoknya dan MNLF dapat bekerja sama untuk membentuk pemerintah Bangsamoro yang diusulkan.

Langkah ini, yang bertujuan untuk memberikan otonomi yang lebih luas bagi Bangsamoro - sebuah istilah kolektif untuk Muslim Filipina - akan menggantikan ARMM yang ada dengan Daerah Otonomi Bangsamoro, sebuah wilayah dengan kekuatan politik dan fiskal yang lebih besar, termasuk dana hibah tahunan yang lebih besar yang setara dengan lima persen dari total pengumpulan pendapatan internal nasional.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved