Polisi: Tidak Ada Bukti ISIS Bertanggung Jawab Serangan Toronto
Kamis, 26 Juli 2018 - 10:26 WIB
Polisi: Tidak Ada Bukti ISIS Bertanggung Jawab Serangan Toronto
A
A
A
TORONTO - Polisi Kanada mengatakan sejauh ini mereka tidak memiliki bukti klaim ISIS yang bertanggung jawab atas aksi penembakan di Toronto pada akhir pekan lalu. Aksi penembakan itu menewaskan dua orang, termasuk anak-anak, dan 13 luka.
Faisal Hussain (29) diidentifikasi polisi sebagai pelaku penembakan di jalan Toronto yang ramai. Seorang gadis berusia 10 tahun Julianna Kozis dan Reese Fallon yang berusia 18 tahun. Hussain sendiri ditemukan tewas tak lama setelah itu, kata pihak berwenang.
Sebuah sumber yang dekat dengan keluarga pelaku mengatakan Hussain, yang dimakamkan oleh keluarganya pada Rabu pagi, meninggal karena luka tembak yang ditimbulkannya sendiri. Unit Investigasi Khusus, sebuah badan independen yang menyelidiki kematiannya, tidak akan mengkonfirmasi penyebab kematian.
"Hussain adalah seorang prajurit dari Negara Islam dan melakukan serangan sebagai tanggapan atas panggilan untuk menargetkan warga negara-negara koalisi," klaim ISIS melalui kantor berita miliknya AMAQ.
Baca: ISIS Klaim Dalangi Aksi Penembakan di Kanada
"Pada tahap ini, kami tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim ini," kata Kepala Polisi Toronto Mark Saunders seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/7/2018).
"Kami akan terus mengeksplorasi setiap jalan penyelidikan termasuk mewawancarai mereka yang mengenal Hussain, meninjau aktivitas online-nya, dan melihat pengalamannya dengan kesehatan mental," imbuhnya.
Keluarga Hussain mengatakan dia bekerja di toko kelontong tetapi menghabiskan banyak waktunya di rumah, dan berjuang dengan penyakit mental yang berat.
Polisi mengatakan tidak diketahui bagaimana Hussain memperoleh senjata.
Canadian Broadcasting Corporation, mengutip sumber polisi yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pada hari Rabu bahwa Hussain mendapatkan pistol dari saudaranya, Fahad Hussain, dan telah dilacak ke Amerika Serikat.
Faisal Hussain (29) diidentifikasi polisi sebagai pelaku penembakan di jalan Toronto yang ramai. Seorang gadis berusia 10 tahun Julianna Kozis dan Reese Fallon yang berusia 18 tahun. Hussain sendiri ditemukan tewas tak lama setelah itu, kata pihak berwenang.
Sebuah sumber yang dekat dengan keluarga pelaku mengatakan Hussain, yang dimakamkan oleh keluarganya pada Rabu pagi, meninggal karena luka tembak yang ditimbulkannya sendiri. Unit Investigasi Khusus, sebuah badan independen yang menyelidiki kematiannya, tidak akan mengkonfirmasi penyebab kematian.
"Hussain adalah seorang prajurit dari Negara Islam dan melakukan serangan sebagai tanggapan atas panggilan untuk menargetkan warga negara-negara koalisi," klaim ISIS melalui kantor berita miliknya AMAQ.
Baca: ISIS Klaim Dalangi Aksi Penembakan di Kanada
"Pada tahap ini, kami tidak memiliki bukti untuk mendukung klaim ini," kata Kepala Polisi Toronto Mark Saunders seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/7/2018).
"Kami akan terus mengeksplorasi setiap jalan penyelidikan termasuk mewawancarai mereka yang mengenal Hussain, meninjau aktivitas online-nya, dan melihat pengalamannya dengan kesehatan mental," imbuhnya.
Keluarga Hussain mengatakan dia bekerja di toko kelontong tetapi menghabiskan banyak waktunya di rumah, dan berjuang dengan penyakit mental yang berat.
Polisi mengatakan tidak diketahui bagaimana Hussain memperoleh senjata.
Canadian Broadcasting Corporation, mengutip sumber polisi yang tidak disebutkan namanya, melaporkan pada hari Rabu bahwa Hussain mendapatkan pistol dari saudaranya, Fahad Hussain, dan telah dilacak ke Amerika Serikat.
(ian)