Pria asal Arab Saudi Mengaku Bersalah Jadi Narator Video ISIS

Sabtu, 11 Desember 2021 - 12:35 WIB
loading...
Pria asal Arab Saudi...
Mohammed Khalifa, warga Kanada kelahiran Arab Saudi, mengaku bersalah telah menjadi narator video propaganda kekerasan kelompok ISIS. Foto/CBC
A A A
WASHINGTON - Pria asal Arab Saudi , yang telah menjadi warga negara Kanada, mengaku bersalah telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS dan menjadi narator video propaganda kekerasan kelompok tersebut. Pengakuan bersalahnya disampaikan di pengadilan Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat.

"Mohammed Khalifa (38) mengaku berkonspirasi untuk memberikan dukungan material kepada organisasi teroris asing (ISIS), yang mengakibatkan kematian, dan akan dijatuhi hukuman pada 15 April 2022," kata Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Film Yordania Picu Kemarahan, Sebut Gadis Palestina Lahir dari Sperma Sipir Israel

Mohammed Khalifa terancam hukuman penjara seumur hidup.

Khalifa, yang lahir di Arab Saudi dan pindah serta menjadi warga negara Kanada, ditangkap pasukan Kurdi Suriah yang bersekutu dengan AS dalam baku tembak pada Januari 2019.

Dia diserahkan ke pihak berwenang AS dan didakwa.

Khalifa meninggalkan Kanada pada tahun 2013 untuk bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah, dan pada tahun berikutnya telah menjadi anggota kunci dari tim propagandanya karena fasih berbahasa Inggris dan Arab.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait: Rudal Patriot AS yang Error, Hantam Terminal Penumpang
Rekomendasi
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved