AS: Tidak Ada Kerja Sama Militer dengan Rusia di Suriah
Rabu, 25 Juli 2018 - 10:35 WIB
AS: Tidak Ada Kerja Sama Militer dengan Rusia di Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, mengatakan tidak akan ada kerja sama dengan militer Rusia di Suriah setidaknya untuk saat ini.
Setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Moskow pekan lalu mengajukan rencana ke Washington untuk bekerja sama dalam mengembalikan para pengungsi ke Suriah.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Jumat lalu menegaskan hal ini telah menjadi bagian dari pembicaraan presiden. Namun para pejabat pertahanan AS terperanjat pada prospek berkoordinasi dengan Rusia di Suriah, di mana Rusia dan AS sedang melakukan dua kampanye militer terpisah.
Tidak hanya tindakan seperti itu yang memerlukan izin khusus dari Kongres, Pentagon menyalahkan Rusia atas banyak kematian warga sipil dan berkontribusi pada kondisi yang menyebabkan arus pengungsi.
Untuk saat ini, satu-satunya koordinasi antara koalisi pimpinan AS dengan Rusia di Suriah adalah melalui hotline khusus untuk memastikan tidak ada kesalahan yang melibatkan pasukan darat atau pesawat kedua belah pihak.
"Kami tidak akan melakukan apa-apa lagi sampai Menteri Luar Negeri (Mike Pompeo) dan presiden telah lebih lanjut menemukan pada titik mana kami akan mulai bekerja, bersama sekutu kami, dengan Rusia di masa depan," kata Mattis saat konferensi pers di California.
"Itu belum terjadi. Dan itu terlalu dini bagiku untuk membahas lebih detail pada titik ini, karena kita tidak melakukan lebih dari ini," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/7/2018).
Jenderal Joe Votel, komandan puncak yang mengawasi keterlibatan militer AS di Suriah, mengatakan, ia tidak menerima instruksi baru untuk bekerja dengan Rusia sejak pertemuan puncak Trump dengan Putin.
Kongres AS sebelumnya mengesahkan undang-undang yang melarang kerja sama militer dengan militer setelah Rusia mencaplok Crimea pada 2014.
Setelah Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki, Moskow pekan lalu mengajukan rencana ke Washington untuk bekerja sama dalam mengembalikan para pengungsi ke Suriah.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Jumat lalu menegaskan hal ini telah menjadi bagian dari pembicaraan presiden. Namun para pejabat pertahanan AS terperanjat pada prospek berkoordinasi dengan Rusia di Suriah, di mana Rusia dan AS sedang melakukan dua kampanye militer terpisah.
Tidak hanya tindakan seperti itu yang memerlukan izin khusus dari Kongres, Pentagon menyalahkan Rusia atas banyak kematian warga sipil dan berkontribusi pada kondisi yang menyebabkan arus pengungsi.
Untuk saat ini, satu-satunya koordinasi antara koalisi pimpinan AS dengan Rusia di Suriah adalah melalui hotline khusus untuk memastikan tidak ada kesalahan yang melibatkan pasukan darat atau pesawat kedua belah pihak.
"Kami tidak akan melakukan apa-apa lagi sampai Menteri Luar Negeri (Mike Pompeo) dan presiden telah lebih lanjut menemukan pada titik mana kami akan mulai bekerja, bersama sekutu kami, dengan Rusia di masa depan," kata Mattis saat konferensi pers di California.
"Itu belum terjadi. Dan itu terlalu dini bagiku untuk membahas lebih detail pada titik ini, karena kita tidak melakukan lebih dari ini," imbuhnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/7/2018).
Jenderal Joe Votel, komandan puncak yang mengawasi keterlibatan militer AS di Suriah, mengatakan, ia tidak menerima instruksi baru untuk bekerja dengan Rusia sejak pertemuan puncak Trump dengan Putin.
Kongres AS sebelumnya mengesahkan undang-undang yang melarang kerja sama militer dengan militer setelah Rusia mencaplok Crimea pada 2014.
(ian)