Tersangka Mata-mata Rusia Sempat Bersua Pejabat Keuangan AS

Minggu, 22 Juli 2018 - 23:59 WIB
Tersangka Mata-mata...
Tersangka Mata-mata Rusia Sempat Bersua Pejabat Keuangan AS
A A A
WASHINGTON - Tersangka mata-mata Rusia, Maria Butina, memiliki kontak tingkat tinggi di Washington daripada yang diketahui sebelumnya. Ia sempat ambil bagian dalam pertemuan tahun 2015 saat kunjungan pejabat Rusia dan dua pejabat senior di bank sental Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) dan Departemen Keuangan.

Pertemuan-pertemuan tersebut melibatkan Stanley Fischer, Wakil Ketua Fed saat itu, dan Nathan Sheets, yang kemudian menjadi Menteri Keuangan untuk urusan internasional. Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang yang mengetahui sesi pertemuan dan laporan dari lembaga think tank Washington yang mengaturnya.

Butina melakukan perjalanan ke Amerika Serikat pada April 2015 bersama Alexander Torshin, deputi gubernur Bank Sentral Rusia. Mereka ambil bagian dalam pertemuan terpisah dengan Fischer dan Spreadsheet untuk membahas hubungan ekonomi AS-Rusia selama pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

Dua pertemuan, yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan, mengungkapkan lingkaran yang lebih luas dari koneksi tingkat tinggi yang Butina berusaha kembangkan dengan para pemimpin politik Amerika dan kelompok-kelompok kepentingan khusus.

Pertemuan dengan Fischer dan Spreadsheet diatur oleh Pusat untuk Kepentingan Nasional, sebuah think tank kebijakan luar negeri Washington yang sering mendukung pandangan pro-Rusia.

Pertemuan-pertemuan tersebut didokumentasikan dalam sebuah Pusat untuk laporan Kepentingan Nasional yang menggarisbawahi kegiatan terkait Rusia dari 2013 hingga 2015. Laporan tersebut menggambarkan pertemuan tersebut untuk membantu menyatukan tokoh-tokoh terkemuka dari lembaga keuangan Amerika Serikat dan Rusia.

Lewat email, Fischer menegaskan dia bertemu dengan Torshin dan penerjemahnya. Meski dia tidak dapat mengingat detailnya, Fischer mengatakan percakapan itu melibatkan "keadaan ekonomi Rusia" dan peran baru Torshin sebagai wakil gubernur bank sentral.

"Saya ingat Torshin menyebutkan, sebagai suatu kesamping, bahwa dia berencana menghadiri pertemuan National Rifle Association, sebuah fakta yang saya anggap tidak relevan dengan percakapan kami," tulis Fischer seperti dikutip dari Reuters, Minggu (22/7/2018).

Sementara Spreadsheet menolak berkomentar melalui Ted Smith, juru bicara perusahaan manajemen aset PGIM, di mana ia bekerja saat ini.

Kunjungan Butina dan Torshin pada bulan April 2015 terjadi sekitar satu tahun setelah pemerintahan Obama menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas aneksasinya atas wilayah Crimea Ukraina.

Jaksa federal menuduh Butina bersekongkol dengan dua warga Amerika dan seorang pejabat tinggi Rusia untuk mempengaruhi kebijakan AS terhadap Rusia dan menyusup ke kelompok hak senjata yang diyakini sebagai National Rifle Association (NRA). NRA adalah kelompok lobi pro-senjata berpengaruh dengan hubungan dekat dengan politisi Republik termasuk Presiden Donald Trump.

Deskripsi pejabat tingkat atas Rusia yang disebutkan dalam dakwaan cocok dengan Torshin. Dakwaan itu mengatakan bahwa mulai sekitar tahun 2015 Butina dan pejabat itu berkomplot untuk "memajukan kepentingan Federasi Rusia."

Butina bekerja untuk Torshin, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan bertugas sebagai penerjemahnya di berbagai acara di Washington.

Departemen Keuangan pada bulan April lalu menjatuhkan sanksi pada Torshin dan sejumlah pengusaha Rusia lainnya serta pejabat pemerintah di lingkaran dalam Putin.
(ian)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
28 menit yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
1 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
2 jam yang lalu
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
3 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved