London Jadi Lautan Manusia, Serukan Trump Diusir dari Inggris

Sabtu, 14 Juli 2018 - 02:10 WIB
London Jadi Lautan Manusia,...
London Jadi Lautan Manusia, Serukan Trump Diusir dari Inggris
A A A
LONDON - Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di London pada hari Jumat yang membuat kawasan Ibu Kota Inggris itu seperti lautan manusia. Mereka menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Massa yang melambai-lambaikan spanduk dan memukul panci di jalan-jalan menyerukan agar pemimpin Amerika itu diusir dari Inggris.

Kehadiran Trump di London merupakan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris sejak dia berkuasa.

Lebih dari 64.000 orang telah terdaftar sebagai demonstran di London yang menolak kunjungan Trump. Demo penolakan Trump diperkirakan akan terjadi di kota-kota besar lain di seluruh negeri tersebut.

"Dump Trump," bunyi salah satu spanduk yang diusung para demonstran. "Jauhkan tangan Anda yang mungil dari hak-hak perempuan," bunyi spanduk lainnya. Selama demo berlangsung, massa meneriakkan; "Donald Trump harus pergi!".

Sebelumnya, para aktivis menerbangkan balon raksasa yang menggambarkan sosok Presiden Trump sebagai bayi yang mengenakan popok warna oranye yang menggeram. Balon bayi Trump diterbangkan di atas gedung parlemen.

"Saya ingin menjelaskan bahwa ketika Trump datang ke negara ini, kami tidak setuju dengan kebijakannya," kata Kimberley, 35, salah seorang aktivis yang ikut demo di pusat kota London.

"Saya pikir penting baginya untuk melihatnya...itu akan menunjukkan pada orang-orang bahwa dia berprasangka terhadap kami," ujarnya, yang dikutip Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Pemerintah Inggris menganggap hubungan dekatnya dengan Amerika Serikat sebagai hubungan khusus, di mana Perdana Menteri Theresa May yang berpacu menjalankan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) telah menyambut Trump.

Trump, yang tiba di Inggris pada hari Kamis, mengatakan kepada surat kabar Sun bahwa protes yang direncanakan terhadapnya di London dan kota-kota Inggris lainnya membuatnya merasa tidak diinginkan sehingga dia menghindari Ibu Kota Inggris.

Dia menghindari demonstrasi pada hari Jumat dengan bertemu PM May dan Ratu Elizabeth II di luar London.

"Saya kira ketika mereka mengeluarkan balon udara untuk membuat saya merasa tidak diinginkan, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi ke London," katanya.

"Saya dulu suka London sebagai kota. Saya belum ada di sana dalam waktu yang lama. Tetapi ketika mereka membuat Anda merasa tidak diinginkan, mengapa saya akan tinggal di sana?."
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Berita Terkini
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
12 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
58 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
1 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
2 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 jam yang lalu
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved