Telan Rp200 Miliar, Latihan Perang AS-Korsel Bikin Trump Ngomel
Sabtu, 07 Juli 2018 - 15:41 WIB
Telan Rp200 Miliar, Latihan Perang AS-Korsel Bikin Trump Ngomel
A
A
A
WASHINGTON - Latihan perang gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah dibatalkan setelah Presiden Donald Trump mengomel mahalnya biaya latihan tersebut.
Pejabat AS kepada Reuters, Sabtu (7/7/2018), mengungkap latihan gabungan semacam itu pernah menelan biaya sekitar USD14 juta atau lebih dari Rp200 miliar.
Pentagon mengumumkan bulan lalu bahwa penangguhan latihan perang "Freedom Guardian" berlaku tanpa batas untuk mendukung hasil KTT Singapura antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Trump berulang kali menyebut penghematan biaya menjadi alasan keputusannya untuk menghentikan latihan perang. Alasan lain karena untuk menghormati Kim yang berkomitmen untuk melucuti program senjata nuklirnya.
"Kami menghemat uang dengan tidak melakukan latihan perang, selama kami bernegosiasi dengan itikad baik, dari kedua belah pihak!," tulis Trump di Twitter bulan lalu.
Menghitung biaya latihan militer adalah proses yang rumit. Seringkali membutuhkan data dari berbagai cabang militer dan tersebar di beberapa anggaran selama bertahun-tahun yang berbeda-beda.
Tahun lalu, 17.500 tentara Amerika dan lebih dari 50.000 tentara Korea Selatan bergabung dengan latihan Freedom Guardian, meskipun latihan ini sebagian besar difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan di lapangan.
Pasukan dari Australia, Kanada, Kolombia, Denmark, Selandia Baru, Belanda dan Inggris juga berpartisipasi.
Daftar biaya USD14 juta telah dibandingkan dengan kontrak baru yang diberikan kepada Boeing Co senilai hampir USD24 juta untuk dua kulkas penyimpan makanan di Air Force One, pesawat kepresidenan AS. Kontrak tersebut telah dibatalkan karena pengiriman pesawat Air Force One kemungkinan akan diperbarui.
Militer AS memiliki anggaran hampir USD700 miliar pada tahun ini.
Para pejabat AS berpendapat bahwa latihan gabungan dengan Korsel sebenarnya tidak sepenuhnya membuang-membuang uang dalam jumlah besar, karena pasukan yang akan terlibat di dalamnya masih memerlukan pelatihan dan sertifikasi, yang tentunya menghabiskan uang.
Trump menyebut latihan gabungan itu mahal dan "provokatif". Pernyataan itu sebenarnya menggemakan kritik Korea Utara yang telah lama menolak latihan perang gabungan tersebut.
Para pejabat AS telah lama menekankan bahwa latihan militer dengan para mitra penting untuk kesiapan dan meyakinkan sekutu. Namun, Trump kurang suka lantaran dianggap sebagai pemborosan.
Pejabat AS kepada Reuters, Sabtu (7/7/2018), mengungkap latihan gabungan semacam itu pernah menelan biaya sekitar USD14 juta atau lebih dari Rp200 miliar.
Pentagon mengumumkan bulan lalu bahwa penangguhan latihan perang "Freedom Guardian" berlaku tanpa batas untuk mendukung hasil KTT Singapura antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Trump berulang kali menyebut penghematan biaya menjadi alasan keputusannya untuk menghentikan latihan perang. Alasan lain karena untuk menghormati Kim yang berkomitmen untuk melucuti program senjata nuklirnya.
"Kami menghemat uang dengan tidak melakukan latihan perang, selama kami bernegosiasi dengan itikad baik, dari kedua belah pihak!," tulis Trump di Twitter bulan lalu.
Menghitung biaya latihan militer adalah proses yang rumit. Seringkali membutuhkan data dari berbagai cabang militer dan tersebar di beberapa anggaran selama bertahun-tahun yang berbeda-beda.
Tahun lalu, 17.500 tentara Amerika dan lebih dari 50.000 tentara Korea Selatan bergabung dengan latihan Freedom Guardian, meskipun latihan ini sebagian besar difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan di lapangan.
Pasukan dari Australia, Kanada, Kolombia, Denmark, Selandia Baru, Belanda dan Inggris juga berpartisipasi.
Daftar biaya USD14 juta telah dibandingkan dengan kontrak baru yang diberikan kepada Boeing Co senilai hampir USD24 juta untuk dua kulkas penyimpan makanan di Air Force One, pesawat kepresidenan AS. Kontrak tersebut telah dibatalkan karena pengiriman pesawat Air Force One kemungkinan akan diperbarui.
Militer AS memiliki anggaran hampir USD700 miliar pada tahun ini.
Para pejabat AS berpendapat bahwa latihan gabungan dengan Korsel sebenarnya tidak sepenuhnya membuang-membuang uang dalam jumlah besar, karena pasukan yang akan terlibat di dalamnya masih memerlukan pelatihan dan sertifikasi, yang tentunya menghabiskan uang.
Trump menyebut latihan gabungan itu mahal dan "provokatif". Pernyataan itu sebenarnya menggemakan kritik Korea Utara yang telah lama menolak latihan perang gabungan tersebut.
Para pejabat AS telah lama menekankan bahwa latihan militer dengan para mitra penting untuk kesiapan dan meyakinkan sekutu. Namun, Trump kurang suka lantaran dianggap sebagai pemborosan.
(mas)