Rentenir Hong Kong Diduga Sandera Ratusan Paspor TKI

Sabtu, 07 Juli 2018 - 10:47 WIB
Rentenir Hong Kong Diduga...
Rentenir Hong Kong Diduga Sandera Ratusan Paspor TKI
A A A
HONG KONG - Seorang rentenir di Hong Kong diduga menyandera ratusan paspor milik tenaga kerja Indonesia (TKI) dan Filipina dengan imbalan pinjaman uang. Rentenir itu menerapkan bunga sangat tinggi bagi TKI peminjam uang, yakni mencapai 125 persen.

Diplomat Indonesia dan Filipina mendesak otoritas pemerintah Hong Kong mengambil tindakan tegas terhadap rentenir tersebut. Para TKI di wilayah itu rata-rata bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Desakan diplomat kedua negara itu muncul setelah penangkapan seorang pria yang menjalankan praktik pinjaman uang senilai HKD3 juta (dolar Hong Kong). Mengutip laporan South China Morning Post, Sabtu (7/7/2018), pria itu diduga telah memaksa 878 pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina untuk menyerahkan paspor mereka dengan imbalan pinjaman uang.

Para TKI yang pinjam uang dari rentenir itu dikenakan bunga 125 persen atau lebih dari dua kali lipat dari batasan bunga yang diatur oleh hukum setempat.

Pada Jumat malam, pria itu telah dibebaskan dengan uang jaminan dan akan melapor kembali ke polisi bulan depan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Konsul Jenderal Indonesia untuk Hong Hong Kong, Tri Tharyat menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penyanderaan paspor warga Indonesia oleh pihak yang tidak berwenang. Dia mendesak otoritas lokal bertindak tegas.

“Saya mendesak semua warga negara Indonesia di Hong Kong dan Makau untuk tidak membiarkan pihak lain menahan paspor mereka, karena bertentangan dengan hukum imigrasi Indonesia. Jika ada pihak ketiga yang menahan paspor Anda secara tidak sah, laporkan langsung ke konsulat," kata Tri Tharyat.

Para diplomat menyerukan diakhirinya praktik kerja ilegal bagi pembantu rumah tangga.

Ada lebih dari 370.000 pembantu rumah tangga asing di Hong Kong, yang kebanyakan dari Filipina dan Indonesia. Banyak dari mereka mengambil pinjaman untuk membayar agen tenaga kerja tidak bermoral yang mengenakan biaya berlebihan. Beberapa juga menghadapi tekanan dari keluarga untuk mengirim lebih banyak uang ke rumah.

"Ini adalah keprihatinan yang kami bagi dengan konsulat Indonesia," kata Konsul Jenderal Filipina untuk Hong Kong Antonio Morales.

"Kami juga mendesak pihak berwenang Hong Kong untuk mengambil tindakan tegas dan mengadili mereka yang tertangkap memegang paspor warga negara kami," ujarnya.

Diplomat itu mengatakan prioritas utamanya adalah menyelesaikan masalah terkait pinjaman uang rentenir oleh para pekerja.

"Mereka yang menerima paling sedikit harus membayar bunga tertinggi. Ini sangat tidak adil," kata Morales. “Banyak yang menjadi korban dari pinjaman ini dengan bunga sangat tinggi."

Diplomat Filipina juga mendesak pemerintah Hong Kong mempertimbangkan peningkatan gaji minimum pekerja rumah tangga asing, yang saat ini HKD4.410 per bulan.
(mas)
Berita Terkait
Disiksa Majikan di Hong...
Disiksa Majikan di Hong Kong, TKW Indonesia Menangkan Kompensasi Rp1,6 Miliar
Banjir Bandang Landa...
Banjir Bandang Landa Hong Kong, 1 WNI Tewas
Listyowati Napiter Perempuan...
Listyowati Napiter Perempuan Mantan TKI Hong Kong Bebas Bersyarat
Mantan Loper Koran ini...
Mantan Loper Koran ini Sukses Berbisnis di Hong Kong, Jadi Inspirasi para TKI
119 TKI Ilegal Tiba...
119 TKI Ilegal Tiba di Pelabuhan Bom Tanjung Tiram Tadi Malam
Pakai Kaos Gambar Palu...
Pakai Kaos Gambar Palu Arit, TKI Ilegal dari Malaysia Diperiksa Petugas
Berita Terkini
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
48 menit yang lalu
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
1 jam yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
2 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
4 jam yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
5 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
5 jam yang lalu
Infografis
Eks Sandera Israel:...
Eks Sandera Israel: Pengeboman Gaza Hampir Merenggut Nyawa Saya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved