Assad Serang Zona Gencatan Senjata, AS Peringatkan Rusia

Sabtu, 23 Juni 2018 - 20:13 WIB
Assad Serang Zona Gencatan...
Assad Serang Zona Gencatan Senjata, AS Peringatkan Rusia
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Rusia untuk mengendalikan sekutunya Suriah. Pasukan pemerintah Suriah telah meningkatkan serangan terhadap pejuang di daerah barat daya Suriah yang ditetapkan sebagai "zona de-eskalasi" tahun lalu.

Kelompok pemantau perang dan pejabat pemberontak mengatakan bahwa helikopter pemerintah Suriah menjatuhkan bom barel di daerah-daerah oposisi di zona itu pada 22 Juni lalu. Tindakan ini bertentangan dengan peringatan AS yang berulang kali tentang perlunya menegakkan kesepakatan antara Moskow dan Washington guna membentuk gencatan senjata di daerah itu.

Baca: Tantang AS, Assad Serang Wilayah Pejuang di Barat Daya Suriah

Presiden Suriah Bashar al-Assad telah berjanji untuk merebut kembali daerah yang berbatasan dengan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, dan tentara mulai meningkatkan serangannya di wilayah itu pekan ini.

Kampanye Assad menarik peringatan dari AS bahwa Suriah dan Rusia menghadapi "dampak serius" jika pelanggaran gencatan senjata berlanjut. Washingon menuduh Damaskus melakukan serangan udara, artileri, dan serangan roket di daerah itu.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan bahwa eskalasi militer Suriah dengan jelas melanggar aturan de-eskalasi dan pengeboman itu telah mendorong lebih dari 11.000 penduduk sipil melarikan diri.

"Pelanggaran rezim Suriah terhadap gencatan senjata di Suriah barat daya harus dihentikan," kata Haley seperti dikutip dari Radio Free Europe, Sabtu (23/6/2018).

"Kami mengharapkan Rusia untuk melakukan bagiannya untuk menghormati dan menegakkan gencatan senjata yang ditegakkannya, dan untuk menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pelanggaran rezim Suriah dan setiap tindakan mendestabilisasi lebih lanjut di barat daya dan di seluruh Suriah," imbuhnya.

"Rusia pada akhirnya akan bertanggung jawab atas eskalasi lebih lanjut di Suriah," tukas Haley.

Eskalasi ketegangan mendorong Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres prihatin tentang situasi dan menyerukan penghentian segera terhadap segala kekerasan dan kembali untuk menghormati gencatan senjata.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
20 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved