Sepakat dengan Yunani, Macedonia Setuju untuk Ganti Nama

Rabu, 13 Juni 2018 - 10:32 WIB
Sepakat dengan Yunani,...
Sepakat dengan Yunani, Macedonia Setuju untuk Ganti Nama
A A A
SKOPJE - Macedonia mencapai kesepakatan dengan Yunani untuk mengubah nama negara tersebut. Ini mengakhiri perselisihan selama 27 tahun antara kedua negara.

Perdana Menteri Macedonia Zoran Zaev mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras untuk mengubah nama negara itu menjadi Republik Macedonia Utara sebagai pengakuan atas wilayah Yunani yang juga bernama Macedonia di seberang perbatasan.

Parlemen kedua negara harus meratifikasi kesepakatan itu dan Macedonia diperkirakan akan mengadakan referendum tentang perubahan nama tersebut.

"Tidak ada jalan kembali," kata Zaev seperti dikutip dari UPI, Rabu (13/6/2018).

Nama ini akan digunakan baik secara internal oleh pemerintah dan secara eksternal ketika melakukan urusan luar negeri.

Macedonia sebelumnya hanya diakui oleh organisasi seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan nama bekas Republik Yugoslavia Macedonia.

Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengeluarkan pernyataan yang meminta negara-negara itu untuk mencapai kesepakatan.

"Sekretaris Jenderal mendesak semua warga negara di kedua negara untuk bersama-sama menggerakkan proses ke depan. Dia menegaskan kembali komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan semua dukungan yang diperlukan, baik melalui Utusan Pribadinya dan melalui badan PBB yang terkait, dana dan program," kata juru bicara Guterres.

Sebagai ganti untuk menyetujui perubahan nama Yunani setuju untuk mengangkat veto terhadap Macedonia untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Kepala urusan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini dan komisioner perluasan Uni Eropa Johannes Hahn juga mengeluarkan pernyataan bersama yang memberi ucapan selamat kepada kedua pemimpin itu atas kesepakatan tersebut.

"Prestasi ini milik para pemimpin kedua negara dan tim mereka, tetapi pertama dan terutama itu milik semua warga negara kedua negara, dan Eropa secara keseluruhan," kata keduanya.
(ian)
Berita Terkait
Hasil Piala Eropa 2020:...
Hasil Piala Eropa 2020: Ukraina Bombardir Gawang Macedonia
Disidang Disiplin, Seorang...
Disidang Disiplin, Seorang Pastor Siram 7 Uskup dengan Cairan Asam
Ilmuwan Akhirnya Ungkap...
Ilmuwan Akhirnya Ungkap Sosok Ayah dari Raja Alexander Agung
Erdogan: Turki Siap...
Erdogan: Turki Siap Hadapi Berbagai Skenario di Mediterania Timur
Kuil Yunani Ribuan Tahun...
Kuil Yunani Ribuan Tahun Ditemukan dengan Harta Karun Tak Ternilai
Turki-Yunani Kembali...
Turki-Yunani Kembali Memanas, Ini Pemicunya
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
21 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
30 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved