Miliarder AS Minta Pria Ini Gali Bungker 'Kiamat' dengan Mata Ditutup
Senin, 04 Juni 2018 - 15:09 WIB
Miliarder AS Minta Pria Ini Gali Bungker 'Kiamat' dengan Mata Ditutup
A
A
A
MONTGOMERY COUNTY - Seorang miliarder di Amerika Serikat (AS) menutup mata seorang pria yang dia minta menggali bungker untuk menghadapi hari kiamat. Si penggali ditutup matanya agar tidak tahu lokasi bungker tersebut.
Si penggali bekerja setiap hari dengan kondisi seperti itu sampai akhirnya meninggal. Demikian fakta kasus pembunuhan yang diungkap pengadilan di AS.
Daniel Beckwitt, miliarder asal Bethesda, Maryland, telah dituduh membunuh Askia Khafra, 21, yang direkrut untuk membangun terowongan atau bungker di rumahnya. Bangunan bawah tanah itu dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap hari kiamat yang dia anggap bisa terjadi saat Korea Utara menyerang Amerika Serikat.
Beckwitt, 27, seorang ahli teori konspirasi dan pedagang saham yang kaya, ditangkap pada Jumat lalu oleh aparat kepolisian Montgomery County. Dia dituduh terlibat dalam kematian Khafra pada bulan September 2017.
Beckwitt didakwa dengan tuduhan melakukan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tak disengaja.
Khafra meninggal ketika kebakaran terjadi di ruang bawah tanah ketika dia menggali terowongan rahasia. Bungker itu berada di bawah rumah tempat Beckwitt tinggal di dekat Washington, DC.
"Beckwitt adalah individu yang tidak biasa," ujar pengacaranya, Robert Bonsib, di pengadilan seperti dikutip The Washington Post.
Setelah berbulan-bulan Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir, Beckwitt semakin takut dengan prospek serangan rudal nuklir oleh rezim Kim Jong-un yang berkuasa di negara komunis itu. Dia akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah bungker bawah tanah di rumahnya.
"Tidak ada yang keji tentang pembangunan terowongannya," kata Bonsib. "Mereka hanya produk dari pandangan dunianya."
Beckwitt telah menyewa Khafra, setelah keduanya bertemu melalui media sosial. Dari pertemuan itu, Khafra diminta untuk menggali jaringan terowongan bawah tanah yang membentang lebih dari 60 meter.
"Khafra diberitahu jika dia menggali di terowongan ini, siang dan malam, tidur di terowongan ini, makan di terowongan ini, pergi ke kamar mandi dengan ember di terowongan ini, dia akan dikompensasi secara finansial sehingga dia bisa memulai mimpinya mendirikan perusahaan," kata asisten pengacara otoritas Montgomery County, Doug Wink, di pengadilan.
Beckwitt diduga "mengambil" Khafra dari rumahnya di tempat lain di Maryland. Khafra kemudian dikenakan kacamata hitam dan dibawa sebuah rute bundaran untuk merahasiakan lokasi proyek bungker.
Terowongan itu dilaporkan dibangun dengan kedalaman tiga meter di bawah ruang bawah tanah dan membentang sekitar 60 meter.
Jaksa menyatakan, tumpukan sampah di rumah dan ruang bawah tanah, serta "daisy chain" kabel listrik di terowongan, membuat proyek itu tidak aman.
"Anda pada dasarnya bertindak dengan cara Anda mengabaikan kehidupan manusia," kata pengacara untuk Montgomery County, John McCarthy. Khafra meninggal saat periode ketegangan antara AS dan Korea Utara.
Beckwitt akan dibebaskan hari Senin (4/6/2018) pagi waktu AS dengan jaminan USD100.000.
"Klien saya adalah individu yang sangat cerdas," kata Bonsib. “Dia hanya berbaris mengikuti irama drumnya sendiri. Itu adalah hal yang luar biasa tentang negara ini. Anda bisa melakukannya."
Si penggali bekerja setiap hari dengan kondisi seperti itu sampai akhirnya meninggal. Demikian fakta kasus pembunuhan yang diungkap pengadilan di AS.
Daniel Beckwitt, miliarder asal Bethesda, Maryland, telah dituduh membunuh Askia Khafra, 21, yang direkrut untuk membangun terowongan atau bungker di rumahnya. Bangunan bawah tanah itu dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap hari kiamat yang dia anggap bisa terjadi saat Korea Utara menyerang Amerika Serikat.
Beckwitt, 27, seorang ahli teori konspirasi dan pedagang saham yang kaya, ditangkap pada Jumat lalu oleh aparat kepolisian Montgomery County. Dia dituduh terlibat dalam kematian Khafra pada bulan September 2017.
Beckwitt didakwa dengan tuduhan melakukan pembunuhan tingkat dua dan pembunuhan tak disengaja.
Khafra meninggal ketika kebakaran terjadi di ruang bawah tanah ketika dia menggali terowongan rahasia. Bungker itu berada di bawah rumah tempat Beckwitt tinggal di dekat Washington, DC.
"Beckwitt adalah individu yang tidak biasa," ujar pengacaranya, Robert Bonsib, di pengadilan seperti dikutip The Washington Post.
Setelah berbulan-bulan Korea Utara melakukan uji coba senjata nuklir, Beckwitt semakin takut dengan prospek serangan rudal nuklir oleh rezim Kim Jong-un yang berkuasa di negara komunis itu. Dia akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah bungker bawah tanah di rumahnya.
"Tidak ada yang keji tentang pembangunan terowongannya," kata Bonsib. "Mereka hanya produk dari pandangan dunianya."
Beckwitt telah menyewa Khafra, setelah keduanya bertemu melalui media sosial. Dari pertemuan itu, Khafra diminta untuk menggali jaringan terowongan bawah tanah yang membentang lebih dari 60 meter.
"Khafra diberitahu jika dia menggali di terowongan ini, siang dan malam, tidur di terowongan ini, makan di terowongan ini, pergi ke kamar mandi dengan ember di terowongan ini, dia akan dikompensasi secara finansial sehingga dia bisa memulai mimpinya mendirikan perusahaan," kata asisten pengacara otoritas Montgomery County, Doug Wink, di pengadilan.
Beckwitt diduga "mengambil" Khafra dari rumahnya di tempat lain di Maryland. Khafra kemudian dikenakan kacamata hitam dan dibawa sebuah rute bundaran untuk merahasiakan lokasi proyek bungker.
Terowongan itu dilaporkan dibangun dengan kedalaman tiga meter di bawah ruang bawah tanah dan membentang sekitar 60 meter.
Jaksa menyatakan, tumpukan sampah di rumah dan ruang bawah tanah, serta "daisy chain" kabel listrik di terowongan, membuat proyek itu tidak aman.
"Anda pada dasarnya bertindak dengan cara Anda mengabaikan kehidupan manusia," kata pengacara untuk Montgomery County, John McCarthy. Khafra meninggal saat periode ketegangan antara AS dan Korea Utara.
Beckwitt akan dibebaskan hari Senin (4/6/2018) pagi waktu AS dengan jaminan USD100.000.
"Klien saya adalah individu yang sangat cerdas," kata Bonsib. “Dia hanya berbaris mengikuti irama drumnya sendiri. Itu adalah hal yang luar biasa tentang negara ini. Anda bisa melakukannya."
(mas)