Bulan Sabit Merah Turki Kecam Pembunuhan Perawat Gaza

Minggu, 03 Juni 2018 - 10:58 WIB
Bulan Sabit Merah Turki...
Bulan Sabit Merah Turki Kecam Pembunuhan Perawat Gaza
A A A
ISTANBUL - Bulan Sabit Merah Turki mengecam pembunuhan seorang paramedis Palestina, Razan al-Najar, yang berusia 21 tahun. Nazan tewas setelah ditembak oleh penembak jitu pasukan Israel.

"Kami mengutuk pembunuhan perawat Palestina #Razan_Najjar yang bertugas sebagai pekerja medis sukarela di lapangan di Jalur Gaza," cuit lembaga bantuan itu di akun resminya.

"Pekerja bantuan dan staf medis #NotATarget," tegas lembaga itu seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (3/6/2018).

Demonstrasi damai warga Palestina telah diadakan sejak akhir Maret lalu di Jalur Gaza, yang telah mengalami krisis kemanusiaan besar karena blokade Israel lebih dari satu dekade. Sejak aksi massa di Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 demonstran Palestina telah menjadi martir oleh tembakan tentara Israel.

Tentara Israel menggunakan amunisi hidup terhadap warga sipil yang menuntut kembali ke kota-kota dan desa-desa mereka di Palestina lama dan mengakhiri blokade ilegal Israel yang telah diberlakukan di Gaza sejak 2006.

Razan al-Najar ditembak di dada pada hari Jumat oleh penembak jitu Israel saat berlari untuk memberikan bantuan kepada demonstran Palestina yang terluka di kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Dr Salah er-Rantisi, kepala Rumah Sakit Sahra di distrik itu, mengatakan kepada Anadolu bahwa Najar dibawa ke rumah sakit dengan luka parah.

"Peluru itu mengenai dadanya, menembus punggungnya," katanya.

Puluhan warga Palestina, yang terkejut atas tewasnya seorang dokter muda, bergegas ke Rumah Sakit Eropa Gaza, di mana tubuhnya kemudian diambil. Keluarga, teman, dan kolega Najar menangis, dan beberapa orang roboh ketika melihat tubuhnya.

Rekan-rekannya mengklaim bahwa pasukan Israel menembak "malaikat pelindung" mereka meskipun telah mengenakan seragam putihnya. Ia juga telah mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan bahwa dia ingin membantu seorang pengunjuk rasa yang terluka yang telah roboh 50 meter sebelum pagar perbatasan.

Menteri Kesehatan Palestina Jevad Avad mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan Israel menembak langsung seorang perawat sukarelawan yang membantu orang yang terluka di Great March of Return adalah kejahatan perang.
(ian)
Berita Terkait
Turki: Rencana Israel...
Turki: Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina akan Timbulkan Krisis Lanjutan
Turki: Langkah Ekspansionis...
Turki: Langkah Ekspansionis Israel Melanggar Hukum Internasional
Israel Desak Turki Tutup...
Israel Desak Turki Tutup Kantor Hamas sebagai Syarat Perbaikan Hubungan
Erdogan: Dunia Islam...
Erdogan: Dunia Islam Harus Bersatu Melawan Serangan Israel!
7 Negara NATO yang Mendukung...
7 Negara NATO yang Mendukung Palestina, Salah Satunya Mayoritas Islam
Tutup Akses Bea Cukai,...
Tutup Akses Bea Cukai, Turki Hentikan Perdagangan dengan Israel
Berita Terkini
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
35 menit yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
1 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
2 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
3 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
4 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi C-130J-30,...
Spesifikasi C-130J-30, Raksasa Langit TNI AU yang Tembus Langit Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved