Diminta Assad Tinggalkan Suriah, Pentagon: Kebijakan yang Buruk

Jum'at, 01 Juni 2018 - 14:42 WIB
Diminta Assad Tinggalkan...
Diminta Assad Tinggalkan Suriah, Pentagon: Kebijakan yang Buruk
A A A
WASHINGTON - Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat (AS) harus meninggalkan Suriah dan Damaskus siap untuk berunding dengan Pasukan Demokrat Suriah yang didukung AS.

Menanggapi seruan Assad tersebut Direktur Staf Gabungan AS, Letnan Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan bahwa setiap pihak yang berkepentingan di Suriah harus memahami bahwa menyerang pasukan AS atau mitra koalisinya akan menjadi kebijakan yang buruk.

"Kami ada di sana. Tidak ada yang berubah. Pemeliharaan zona dekonflik itu penting dan kami akan melihat dengan sangat serius setiap tindakan yang cenderung mengubah itu," katanya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (1/6/2018).

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Suriah Bashar Assad menunjukkan dalam sebuah wawancara dengan Russia Today bahwa Damaskus akan terus memperkuat pertahanan udara, mengatakan bahwa dia tidak mengecualikan serangan AS lainnya kapan saja selama Washington menginjak-injak hukum internasional.

Assad juga menekankan bahwa meskipun pemerintahannya siap untuk pembicaraan damai dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, opsi militer tetap di meja.

Ia menegaskan bahwa daerah-daerah di Suriah yang saat ini berada di bawah kendali SDF akan direbut kembali dengan orang Amerika atau tanpa orang Amerika.

"Ini adalah tanah kami, itu hak kami, itu tugas kami untuk membebaskan (daerah-daerah) tersebut, dan Amerika harus pergi. Entah bagaimana, mereka akan pergi," Assad menggarisbawahi.

Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump melontarkan ide penarikan pasukan Amerika dari Suriah, tetapi pejabat senior Pentagon dan pejabat Departemen Luar Negeri bereaksi dengan mengatakan bahwa pasukan AS akan tetap tinggal di negara Arab ini.

Koalisi pimpinan AS telah meluncurkan serangan udara di Suriah sejak 2014, dalam misi anti-ISIS yang tidak disetujui oleh pemerintah Suriah maupun PBB. Saat ini, diperkirakan 2.000 pasukan AS telah dikerahkan di sana.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
10 menit yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
1 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
2 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
3 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
4 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
7 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved