Hari Terburuk di Nikaragua, 15 Demonstran Anti Presiden Tewas

Jum'at, 01 Juni 2018 - 10:39 WIB
Hari Terburuk di Nikaragua,...
Hari Terburuk di Nikaragua, 15 Demonstran Anti Presiden Tewas
A A A
MANAGUA - Lima belas orang tewas dan lebih dari 200 terluka pada dalam salah satu hari terburuk aksi kekerasan sejak protes terhadap Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, dimulai lebih dari sebulan lalu. Demikian pernyataan pihak kepolisian setempat.

Pertumpahan darah itu dikutuk oleh konferensi Uskup Episkopal negara-negara Amerika Tengah. Mereka menyebutnya sebagai agresi terorganisir dan sistematis serta menunda pembicaraan dengan pemerintah.

Para saksi mengatakan kelompok bersenjata pro-pemerintah menembaki para demonstran selama demonstrasi pada hari Rabu, Hari Ibu Nikaragua. Pawai diadakan untuk mengingat anak-anak yang berada di antara lebih dari 80 yang tewas sejak dimulainya protes.

"Jumlah orang yang tewas dari tindakan kelompok penjahat yang beroperasi memakai topeng adalah 15," kata Sub-Direktur Polisi Nasional Francisco Diaz, mengatakan tujuh dari mereka meninggal di ibukota, Managua. Ia juga mengatakan 218 orang terluka seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/6/2018).

Sementara tentara mengatakan pihaknya merawat beberapa korban yang terluka, termasuk beberapa petugas polisi.

Pemerintah membantah tuduhan kelompok hak asasi bahwa para agresor adalah pendukung pemerintah. Pemerintah Nikaragua juga mengatakan tidak bertanggung jawab atas kekerasan sejak protes yang dipimpin mahasiswa dimulai pada bulan April lalu. Aksi ini dipicu oleh perubahan yang diusulkan untuk sistem jaminan sosial.

Parlemen Eropa pada hari Kamis mengutuk apa yang disebut penindasan brutal di Nikaragua dan menyerukan pemilihan umum, mempertegas seruan untuk Ortgea untuk mempercepat pemilu presiden yang dijadwalkan pada 2012.

Dalam sebuah isyarat Ortega menanggapi tekanan internasional, pemerintah dan Organisasi negara-negara Amerika mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kepala komisi pemilu, Roberto Rivas, telah mengundurkan diri.

Pada bulan Desember, AS memberlakukan sanksi terhadap Rivas, mengutip tuduhan bahwa ia mengumpulkan kekayaan di luar penghasilannya termasuk jet dan yacht pribadi, dan menuduhnya melakukan penipuan dalam pemilu.

Ortega terpilih untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada tahun 2016 dengan lebih dari 70 persen suara, hasil yang dipertanyakan oleh pengamat yang mengatakan pemerintah telah menekan oposisi.

Dalam sebuah surat kepada Ortega yang diterbitkan di Twitter, asosiasi bisnis COSEP mendesak presiden berusia 72 tahun itu untuk mendorong pemilu 2021 ke tanggal yang disepakati oleh pemerintah dan perwakilan sipil.

“Mengingat besarnya krisis ini, kami mendesak Anda untuk melakukan segala upaya dalam kekuatan Anda untuk menemukan solusi damai sebelum kita menemukan diri kita tenggelam dalam situasi yang lebih tragis,” bunyi surat itu.

Menanggapi surat COSEP, Ortega mengatakan kepada pendukungnya bahwa Nikaragua bukan milik pribadi, surat kabar La Prensa melaporkan.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Nikaragua...
Presiden Nikaragua Sebut Gereja Katolik Diktator
Ngotot Bertarung, Petinju...
Ngotot Bertarung, Petinju Nikaragua Disemprot Disinfektan
Resmi! Presiden Nikaragua...
Resmi! Presiden Nikaragua Haram Injakkan Kaki di AS
Maju Jadi Cawapres,...
Maju Jadi Cawapres, Ratu Kecantikan Nikaragua Ditangkap
Rusia Umumkan Rencana...
Rusia Umumkan Rencana Militer di Kuba dan Amerika Latin
Badai Iota Terjang Amerika...
Badai Iota Terjang Amerika Tengah, Rusak Rumah dan Picu Banjir
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
31 menit yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
1 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
2 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
3 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
5 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved