Pentagon: Militer AS Siap Hadapi China dan Korut

Jum'at, 01 Juni 2018 - 07:59 WIB
Pentagon: Militer AS...
Pentagon: Militer AS Siap Hadapi China dan Korut
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengatakan siap untuk menghadapi China dan Korea Utara (Korut) seiring perjalanan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), James Mattis, menuju Singapura untuk konferensi keamanan internasional.

Direktur Staf Gabungan di Departemen Pertahanan AS, Letnan Jenderal Kenneth F. McKenzie Jr, mengatakan meskipun ia tidak akan membandingan ancaman yang ditujukan untuk AS oleh China dan Korut namun ia menegaskan militer AS siap menghadapi keduanya.

Dua sekutu Asia-Pasifik telah berpisah dalam beberapa tahun terakhir ketika Pyongyang mempercepat program nuklirnya, tetapi China tetap menjadi penentang keras kegiatan militer AS di kawasan itu dan terutama di Laut Cina Selatan.

"Kami menganggap kedua ancaman itu serius. Tentu saja, Cina memiliki kemampuan nuklir yang jauh lebih besar dan Anda harus memperhitungkannya, China memiliki mesin ekonomi yang jauh lebih besar yang harus Anda pertimbangkan sehingga ancamannya sangat berbeda," kata McKenzie kepada wartawan di Pentagon.

"Ketika Anda mempertimbangkan Korea Utara, hal pertama yang Anda lihat adalah perilaku mereka yang berubah-ubah dan tak terduga yang membentang kembali beberapa dekade," tambahnya seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (1/6/2018).

Kedua negara kemungkinan besar akan menjadi agenda dalam konferensi keamanan internasional Dialul Shangri-La tahunan. Konferensi ini diselenggarakan oleh Institut Internasional untuk Studi Strategis, yang dijadwalkan dimulai hari ini.

Di antara mereka yang akan berbicara di acara tersebut adalah Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Singapura Halimah Yacob bersama dengan Menteri Pertahanan Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Qatar, Seychelles, Korea Selatan (Korsel), Sri Lanka, Inggris, AS dan Vietnam.

Sejumlah negara yang terlibat berbagi keprihatinan dengan AS tentang aktivitas China di Laut Cina Selatan. Washington menuduh Beijing melakukan militarisasi sejumlah pulau yang disengketakan untuk memberlakukan klaim teritorial yang luas.

Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan pada Selasa lalu bahwa ia merencanakan "latihan keras" kebebasan navigasi dan operasi angkatan laut lainnya di perairan yang diperebutkan. Ia pun menegaskan akan menghadapi apa yang diyakininya tidak sejalan dengan hukum internasional.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Berita Terkini
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
27 menit yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
1 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
2 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
2 jam yang lalu
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
3 jam yang lalu
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved