Pakistan Gelar Pemilihan Umum pada 25 Juli

Minggu, 27 Mei 2018 - 05:51 WIB
Pakistan Gelar Pemilihan...
Pakistan Gelar Pemilihan Umum pada 25 Juli
A A A
ISLAMABAD - Pakistan akan mengadakan pemilihan umum pada 25 Juli dan Presiden Mamnoon Hussain telah menyetujui tanggal tersebut. Demikian dikatakan para pejabat penyelenggara pemilu, ketika pemerintah memasuki minggu terakhirnya di kantor.

Pemerintah dan parlemen Pakistan akan dibubarkan pada 31 Mei, ketika seorang perdana menteri sementara yang baru dan pemerintahan sementara dimaksudkan untuk mengambil alih.

Namun, perselisihan politik antara partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) yang berkuasa dan oposisi di parlemen telah menunda pengumuman perdana menteri interim baru.

Pemain kriket yang beralih menjadi politisi, Imran Khan, dari partai Pakistan Tehrik-e-Insaf, atau Partai Keadilan, diperkirakan akan menjadi penantang utama partai yang berkuasa seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/5/2018).

Pemerintahan Shahid Khaqan Abbasi yang untuk kedua kalinya menyelesaikan masa jabatan selama lima tahun, menggarisbawahi transisi demokrasi di negara bersenjata nuklir ini.

Pemilu yang akan datang ini akan diadakan pada saat ketidakstabilan politik sedang tumbuh, dengan partai PML-N yang berkuasa menuduh militer yang kuat, yang telah memerintah Pakistan selama sekitar setengah sejarahnya sejak kemerdekaan pada 1947, mencampuri politik dan mencoba untuk melemahkannya.

Namun pihak militer membantah terlibat dalam politik.

Pemerintahan sementara biasanya tidak membuat keputusan besar kecuali untuk mengawasi pemilu sampai sebuah pemerintahan baru terpilih, meskipun mungkin terpaksa bertindak untuk menopang perekonomian 300 miliar dolar di tengah prospek ekonomi makro yang memburuk.

Cadangan luar negeri Pakistan dengan cepat menipis dan defisit anggaran berjalan telah melebar tajam selama setahun terakhir, mendorong banyak analis untuk berspekulasi Pakistan mungkin membutuhkan bailout Dana Moneter Internasional (IMF).

Namun, Pakistan mengharapkan untuk mendapatkan pinjaman segar dari China senilai USD1-2 miliar untuk membantu mencegah krisis neraca pembayaran, sumber-sumber pemerintah Pakistan mengatakan.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Berita Terkini
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
1 jam yang lalu
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
4 jam yang lalu
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
5 jam yang lalu
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
6 jam yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
7 jam yang lalu
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved