Max Thunder, Latihan Militer yang Bikin Korut Murka

Sabtu, 26 Mei 2018 - 00:33 WIB
Max Thunder, Latihan...
Max Thunder, Latihan Militer yang Bikin Korut Murka
A A A
SEOUL - Latihan militer bersama antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea selalu menjadi sumber ketegangan. Namun, untuk tahun ini latihan perang udara Max Thunder berada di level lain.

Korea Utara (Korut) menyebut latihan Max Thunder sebagai aksi provokasi militer yang disengaja. Latihan ini pun dijadikan alasan oleh Korut untuk membatalkan pembicaraan antar Korea. Ini adalah sinyal masalah pertama jelang pertemuan puncak Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura. Belakangan, pertemun ini pun dibatalkan oleh Trump, merampas kesempatan Jong-un untuk pertama kalinya bertemu dengan Presiden AS itu.

Max Thunder dilakukan setiap tahun oleh pasukan udara AS dan Korsel. Kedua negara sekutu itu menyatakan bahwa latihan tersebut bersifat defensif dan diperlukan untuk melatih serta mempertahankan aliansi militer.

Namun di mata Korut, di mana ingatan tentang kampanye pengeboman brutal AS selama perang Korea masih segar, latihan itu dipandang berbeda. Pyongyang, dan beberapa pengamat luar, menganggap latihan itu sebagai tindakan agresi, ancaman implisit terhadap rezim Kim Jong-un.

CNN berada di antara sekelompok kecil wartawan yang diberi akses ke latihan: memfilmkan jet tempur F16 yang sarat dengan rudal pencari panas dan peluru kendali GPS, dan kemudian menargetkan ancaman udara imajiner.

Rekaman dari latihan itu diembargo secara ketat sampai mereka selesai pada hari Jumat.

Sersan Staf Joseph Pullins, yang sedang mengevaluasi persenjataan F16, mengakui bahwa Max Thunder tidak seperti latihan normal, tidak bagi Korut yang hanya beberapa mil jauhnya.

"Maksud saya, kami selalu tahu bahwa Anda tahu ada ancaman yang cukup dekat," katanya.

"Jadi, kamu hanya harus siap untuk melakukan pekerjaanmu dan bisa mengeksekusinya," imbuhnya seperti dikutip dari CNN, Sabtu (26/5/2018).

Kolonel David Shoemaker, komandan Fighter Wing 51 AS yang mengawasi latihan tahun ini, mengatakan dia sadar akan ketegangan yang meningkat di sekitar latihan, tetapi berpendapat bahwa latihan itu tetap diperlukan.

"Ini adalah pelatihan yang kami butuhkan terlepas dari situasi politik. Pelatihan ini telah berlangsung selama beberapa dekade," katanya.

Korut telah mengeluh selama beberapa dekade, tetapi tahun ini seharusnya berbeda. Delegasi Korsel yang bertemu dengan Kim Jong-un mengatakan pemimpin Korut itu tampaknya memahami kebutuhan mereka dan tidak akan bereaksi.

Ini mungkin merupakan penilaian salah pada sisi sekutu AS. Pasalnya komentar Kim Jong-un datang sebelum latihan militer Foal Eagle - latihan besar-besaran pada musim semi yang biasanya disertai dengan lonjakan besar dalam ketegangan - bukan Max Thunder.

Meskipun ada beberapa konsesi ke Pyongyang - mengurangi akses ke wartawan, sehingga untuk menghindari foto-foto latihan yang disebarkan di surat kabar Korsel - pekan lalu Korut mengancam akan membatalkan pertemuan dengan Trump atas gangguan militer provokatif dengan Korsel.

Sebuah laporan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikuasai pemerintah mengatakan latihan itu bertentangan dengan Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani oleh Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in bulan lalu - dimana kedua negara sepakat untuk menghentikan semua tindakan bermusuhan terhadap satu sama lain.

Meskipun pernyataan kemarahan membidik Wakil Presiden AS Mike Pence dan penasihat keamanan nasional Trump John Bolton, Korut tampaknya telah menelan mentah-mentah keberatannya terhadap Max Thunder. Pada hari Kamis, Korut tetap menghancurkan situs nuklir Punggye-ri yang dijanjikan.

Baca: Serangkaian Ledakan Luluh Lantakkan Situs Uji Coba Nuklir Korut

Namun itu tidak menghentikan Trump sendiri yang membatalkan pertemuan di Singapura beberapa jam kemudian, dengan mengatakan pertemuan itu "tidak pantas" dilakukan pada saat ini.

Baca: Lewat Surat, Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong-un

Sebagai tanggapan, Pyongyang - yang beberapa hari lalu memperingatkan potensi "perang nuklir" - mengatakan pihaknya masih siap untuk duduk dengan pemimpin AS itu kapan saja.

Baca: Korut kepada Trump: Pintu Dialog Masih Terbuka
(ian)
Berita Terkait
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Korea Utara Vs Korea Selatan
Korea Utara Hancurkan...
Korea Utara Hancurkan Lapangan Golf Milik Korea Selatan
Langka, Warga Korea...
Langka, Warga Korea Selatan Membelot ke Korea Utara
Berita Terkini
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
1 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
2 jam yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
3 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
4 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
6 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved