Amnesty: Pembantaian di Gaza Adalah Jelas Kejahatan Perang

Selasa, 15 Mei 2018 - 18:50 WIB
Amnesty: Pembantaian...
Amnesty: Pembantaian di Gaza Adalah Jelas Kejahatan Perang
A A A
LONDON - Amnesty International menuturkan, serangan yang dilakukan tentara Israel terhadap demonstran Palestina adalah pembunuhan yang disengaja, yang merupakan kejahatan perang.

“Ini adalah contoh mengerikan lain dari tindakan militer Israel yang menggunakan kekuatan berlebihan dan amunisi hidup dengan cara yang sangat menyedihkan. Ini adalah pelanggaran terhadap standar internasional, dalam beberapa kasus melakukan apa yang tampaknya merupakan pembunuhan yang disengaja yang merupakan kejahatan perang," kata Direktur Penelitian dan Advokasi untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Amnesty, Philip Luther.

Luther, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (15/4) kemudian menyatakan bahwa pemerintah Israel harus segera memerintahkan tentara mereka untuk dapat menahan diri, agar menghidari jatuhnya lebih banyak korban.

"Rekaman mengenai situasi Gaza sangat mengganggu, dan karena kekerasan terus berputar di luar kendali, pihak berwenang Israel harus segera mengendalikan militer untuk mencegah korban jiwa dan luka serius," ucapnya.

"Hanya bulan lalu, Amnesty International menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan pengiriman senjata dan peralatan militer ke Israel. Meningkatnya jumlah korban tewas dan cedera saat ini berfungsi untuk menyoroti kebutuhan mendesak akan embargo senjata," sambungnya.

Seperti diketahui, pejabat kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh 58 warga Palestina di pagar perbatasan dengan Gaza. Jumlah ini dua kali lipat jumlah warga Palestina yang tewas selama enam minggu aksi demonstrasi, "Kembali ke Tanah Kelahiran," dan terjadi bertepatan dengan pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Menurut kementerian kesehatan Palestina di Gaza lebih dari 2.700 orang terluka, termasuk 1.359 yang terluka akibat penggunaan amunisi hidup. "Korban tewas termasuk enam anak di bawah usia 18 tahun, di antaranya seorang gadis berusia 15 tahun, dan seorang dokter," kata kementerian itu.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
2 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
3 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
5 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
5 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved