Marah, Legislator Iran Bakar Bendera dan Teriak Matilah Amerika

Kamis, 10 Mei 2018 - 02:09 WIB
Marah, Legislator Iran...
Marah, Legislator Iran Bakar Bendera dan Teriak Matilah Amerika
A A A
TEHERAN - Para anggota parlemen Iran yang marah meneriakkan "Matilah Amerika" dan membakar kertas bendera Amerika Serikat (AS) di parlemen negara itu di Teheran. Aksi itu sebagai tanggapan atas keputusan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional.

Protes itu muncul ketika para pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Ali Larijani dan Presiden Hassan Rouhani, mengatakan mereka berharap para pemimpin Eropa akan bekerja dengan mereka untuk mempertahankan kesepakatan antara Teheran dan kekuatan dunia - tanpa AS - tetapi menekankan bahwa negara itu sekarang dapat memutuskan untuk melanjutkan program nuklirnya.

"Jika perlu, kita dapat memulai pengayaan industri tanpa batasan," kata pemimpin Iran itu.

"Sampai pelaksanaan keputusan ini, kami akan menunggu beberapa minggu dan akan berbicara dengan teman-teman dan sekutu kami serta penandatangan lain dari kesepakatan nuklir, yang menandatanganinya dan siapa yang akan tetap setia kepadanya. Semuanya tergantung pada kepentingan nasional kami," imbuhnya seperti dikutip dari USA Today, Kamis (10/5/2018).

Selama demonstrasi, anggota parlemen mengangkat bendera AS yang terbakar saat rekan-rekan mereka bergabung dalam koor anti-Amerika. Mereka juga membakar selembar kertas yang mewakili kesepakatan nuklir dan menginjak abunya.

Larijani, menurut Kantor Berita Mahasiswa Iran, mengatakan Trump tidak memiliki "kapasitas mental."

Sementara itu, para diplomat Eropa bersikeras bahwa kesepakatan 2015 tidak akan tiba-tiba runtuh meskipun AS menarik diri. Hans Dietmar Schweisgut, perwakilan Uni Eropa untuk China mengatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa Uni Eropa sangat percaya kesepakatan tersebut milik komunitas internasional.

"Ini bukan kesepakatan yang akan berantakan jika Anda pergi begitu saja," ujarnya.

Inggris, Cina, Prancis, Jerman dan Rusia semuanya menandatangani perjanjian tahun 2015 di mana Iran berjanji untuk membatasi persediaan uraniumnya yang diperkaya selama 15 tahun dan jumlah sentrifugal selama 10 tahun. Keduanya dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir. Uni Eropa (UE), AS dan PBB mencabut sanksi ekonomi sebagai bagian dari kesepakatan.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memverifikasi bahwa Iran mematuhi ketentuan perjanjian. Namun Trump dan tokoh garis keras dalam pemerintahannya telah berulang kali bersikeras bahwa pemerintah Iran tidak dapat dipercaya dan perjanjian itu harus ditinggalkan. Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga AS lebih suka untuk bertahan dalam kesepakatan.

Jenderal Mohammad Ali Jafari, kepala Pengawal Revolusi Iran, dikutip oleh kantor berita semi resmi Iran Fars mengatakan: "Kami menyambut keputusan Trump untuk menarik keluar dari kesepakatan. Ini bukan peristiwa baru dan tidak memiliki peran yang efektif di bidang apapun."

"Sudah jelas bahwa Amerika tidak dapat dipercaya," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Menlu Iran Tantang Trump...
Menlu Iran Tantang Trump Kembali ke Kesepakatan Nuklir 2015
Trump Surati Iran, Beri...
Trump Surati Iran, Beri Ultimatum 2 Bulan untuk Kesepakatan Nuklir Baru
Jelang Lengser, Donald...
Jelang Lengser, Donald Trump Ingin Serang Situs Nuklir Utama Iran
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Proposal Nuklir Trump...
Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Trump Peringatkan Iran...
Trump Peringatkan Iran Jangan Main-main dengan AS!
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
58 menit yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
2 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
3 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
3 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved