Hawaii Bakal Diguncang Letusan dan Gempa Bumi Selama Berbulan-bulan

Minggu, 06 Mei 2018 - 09:50 WIB
Hawaii Bakal Diguncang...
Hawaii Bakal Diguncang Letusan dan Gempa Bumi Selama Berbulan-bulan
A A A
PAHOA - Rumah-rumah di Hawaii akan lebih banyak yang hancur karena letusan yang terkait dengan gunung berapi Kilauea meningkat. Pejabat setempat mengatakan letusan ini memuntahkan lava ke daerah pemukiman dan memaksa hampir 2.000 orang mengungsi.

Para ilmuwan memperkirakan akan lebih banyak letusan dan lebih banyak gempa bumi, mungkin selama bulan-bulan, setelah sudut tenggara pulau itu diguncang oleh gempa 6,9 skala Richter pada Jumat (4/5/2018). Itu adalah gempa terkuat yang pernah terjadi di pulau itu sejak 1975.

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan beberapa celah lava baru telah terbuka di subasi Leilani Estates Kabupaten Puna, sekitar 19 km dari gunung berapi. Namun tidak semua celah itu masih aktif.

Observatorium Gunung Api Hawaii mengatakan pada tengah hari waktu setempat pada hari Sabtu bahwa aktivitas letusan meningkat dan diperkirakan akan terus berlanjut.

Janet Babb, juru bicara untuk observatorium, mengatakan melalui telepon bahwa letusan bisa terus terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Babb mengatakan aktivitas itu terjadi sejak Kamis mulai menunjukkan kemiripan dengan peristiwa lain di daerah itu pada 1955 yang berlangsung selama 88 hari, ketika jauh lebih sedikit orang tinggal di dekat gunung berapi.

"Meskipun tidak ada aliran lava yang signifikan yang terbentuk, diperkirakan akan ada tambahan lava, yang dapat mencapai suhu sekitar 1.150 Celcius," kata Badan Pertahanan Sipil Hawaii seperti dikutip dari Reuters, Minggu (6/5/2018).

"Dinas Kebakaran Hawaii melaporkan kondisi kualitas udara yang sangat berbahaya karena tingginya tingkat gas belerang dioksida di daerah evakuasi," kata pejabat pertahanan sipil pada hari Sabtu. Gas tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan kesulitan bernapas.

Ken Smith dari Mountain View di pulau itu menjalankan tugas pada Jumat malam di jalan-jalan yang biasanya sibuk dengan lalu lintas pra-akhir pekan. "Tetapi jalan-jalan itu benar-benar kosong," katanya melalui telepon. "Rasanya hampir apokaliptik."

Kilauea, salah satu gunung berapi paling aktif di dunia dan satu dari lima di pulau itu, telah mengalami erupsi konstan selama 35 tahun. Aliran lava dari gunung berapi telah menutupi wilayah seluas 125 km persegi, menurut USGS.

Kilauea mulai memuntahkan lava ke daerah pemukiman pada hari Kamis setelah serangkaian gempa bumi selama minggu sebelumnya. Mulai sekitar 11 pagi pada hari Jumat, pulau ini mengalami gempa bumi, yang berpuncak pada gempa besar berkekuatan 6,9 skala Richter.

Tidak ada laporan tentang korban cedera atau tewas, tetapi Gubernur Hawaii David Ige mengaktifkan Garda Nasional Hawaii untuk memberikan bantuan darurat.

Perwakilan Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard dari Hawaii meminta pejabat federal untuk mengirim bantuan dengan cepat.

Gabbard, seorang Demokrat, dalam surat yang dikirim Jumat, meminta Administrator Badan Manajemen Darurat Federal William Long untuk menanggapi perumahan jangka pendek dan panjang, infrastruktur, pertanian, dan efek kesehatan masyarakat ke Pulau Hawaii.

Gabbard mengatakan lebih dari 1.800 penduduk di Leilani Estates dan Lanipuna Gardens telah diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka sejak Kamis, ketika pejabat pekerjaan umum pertama melaporkan uap dan lava meletus dari celah di jalan.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved