Patung Karl Marx Hadiah China untuk Jerman Picu Pro dan Kontra

Minggu, 06 Mei 2018 - 02:26 WIB
Patung Karl Marx Hadiah...
Patung Karl Marx Hadiah China untuk Jerman Picu Pro dan Kontra
A A A
TRIER - Patung Karl Marx hadiah dari China diresmikan di Kota Trier, Jerman, yang merupakan kota kelahiran sang pencetus Marxisme tersebut. Namun, peresmian patung pada hari Sabtu itu memicu pro dan kontra.

Kelompok anti-komunisme yang menentang patung Marx menilai pemerintah Kota Trier tak seharusnya menerima hadiah patung setinggi 18 kaki itu. Bagi mereka, sosok Marx telah mengilhami rezim Stalin.

Peresmian patung itu bertepatan dengan ulang tahun ke-200 kelahiran Karl Marx. Karl Marx sang peletak dasar untuk ideologi komunisme merupakan tokoh pencetus gerakan anti-kapitalis.

Patung itu diresmikan di depan orang-orang terkemuka di Kota Trier, termasuk delegasi China dan kepala Partai Sosial Demokrat (AfD) Jerman.

"Kami ingin protes keras terhadap pembukaan patung Marx dan mengangkat suara kami terhadap pemuliaan Marxisme," kata Dieter Dombrowski, presiden Persatuan Korban Kelompok Tirani Komunis.

Dia mengatakan keputusan Trier untuk menerima hadiah dari China adalah tindakan "tidak sopan dan tidak manusiawi" bagi mereka yang menderita di bawah komunisme.

Namun, Partai AfD, yang menikmati dukungan kuat di wilayah-wilayah yang merupakan bekas negara Jerman Timur, menyerukan pawai diam dengan tema "Get Marx off the Pedestal" menyusuri pusat kota Trier.

Marx lahir pada 5 Mei 1818 di kota Jerman barat, yang terletak di dekat perbatasan dengan Luksemburg. Dia mengembangkan teorinya ketika Revolusi Industri semakin cepat.

Karya-karyanya, seperti Manifesto Komunis dan Das Kapital, menjadi materi wajib di negara-negara di bawah rezim komunis. Gagasannya menjadi panutan gerakan revolusioner dari Vladimir Lenin hingga Mao Zedong.

Presiden China Xi Jinping mengatakan Partai Komunis China akan selamanya tetap menjadi "penjaga dan praktisi" Marxisme. Sedangkan pemimpin Vietnam, Tran Dai Quang juga memberi penghormatan kepada Marx.

Tapi, Marx yang dianggap sebagai Bapak Komunisme, diejek di bekas negara Jerman Barat penganut mazhab kapitalis selama Perang Dingin.

Rainer Auts, direktur perusahaan yang dibentuk guna mengawasi pameran untuk kehidupan, karya, dan warisan Marx, mengatakan bahwa lebih dari seperempat abad setelah reunifikasi, sekarang saatnya untuk memeriksa kembali filsuf yang meninggalkan Jerman sangat terpecah.

"Kami tidak mencari untuk memuliakan atau memfitnahnya. Tapi kami ingin menunjukkannya sebagai orang pada masanya, serta menunjukkan di mana dia mungkin salah," katanya.

Kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa Marx tidak bertanggung jawab atas semua kekejaman yang harus dijawab oleh pewarisnya.

Menanggapi kritik terhadap penerimaan hadiah patung Karl Marx dari China, Wali Kota Trier Wolfram Leibe mengatakan bahwa patung itu hanya isyarat persahabatan dari China.

"Tidak ada satu pun perusahaan China di Trier. Kami tidak memiliki hubungan ekonomi dengan China dan itu berarti kami membuat keputusan ini secara mandiri. Kami tidak rentan terhadap pemerasan," ujarnya, seperti dikutip Sky News, Minggu (6/5/2018).

Marx meninggal di usia 64 tahun di London karena bronkitis dan radang selaput dada pada bulan Maret 1883. Dia dimakamkan di Makam Highgate.

(mas)
wa-channel
Follow
Berita Terkait
China Kecam Strategi...
China Kecam Strategi Baru Jerman untuk Lemahkan Beijing
Baru 2 Minggu Menjabat,...
Baru 2 Minggu Menjabat, Dubes Jerman di China Meninggal Secara Mendadak
Respon UU Keamanan China,...
Respon UU Keamanan China, Jerman Hentikan Ekspor Senjata ke Hong Kong
Jerman Akan Perluas...
Jerman Akan Perluas Kehadiran Militer di Indo Pasifik
Jerman akan Kerahkan...
Jerman akan Kerahkan 2 Kapal Perang ke Indo-Pasifik
Jerman Rencanakan Kunjungan...
Jerman Rencanakan Kunjungan Tingkat Tertinggi ke Taiwan
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
33 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved