China Diam-diam Pasang Sistem Pertahanan Rudal di LCS

Kamis, 03 Mei 2018 - 10:26 WIB
China Diam-diam Pasang...
China Diam-diam Pasang Sistem Pertahanan Rudal di LCS
A A A
WASHINGTON - China telah memasang rudal jelajah anti kapal dan sistem rudal permukaan ke darat di tiga pos terdepan di Laut China Selatan. Demikian laporan yang dibuat laman CNBC, mengutip sumber-sumber yang mengetahui langsung lapora intelijen Amerika Serikat (AS).

Langkah itu, jika dikonfirmasi, akan menandai penempatan rudal China pertama di Kepulauan Spratly, di mana beberapa negara Asia termasuk Vietnam dan Taiwan memiliki klaim yang sama. Kementerian Pertahanan China sendiri tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

CNBC mengutip sumber tanpa nama mengatakan bahwa menurut penilaian intelijen AS, rudal itu dipindahkan ke Fiery Cross Reef, Subi Reef, dan Mischief Reef dalam 30 hari terakhir.

Departemen Pertahanan AS, yang menentang instalasi fasilitas militer China di pos-pos terdepan yang dibangun di Laut China Selatan, menolak berkomentar mengenai laporan ini.

"Kami tidak berkomentar tentang masalah intelijen," kata seorang juru bicara Departemen Pertahanan AS seperti dilansir dari Reuters, Kamis (3/5/2018).

China tidak menyebut-nyebut tentang penyebaran rudal, tetapi mengatakan fasilitas militernya di Spratly murni untuk kepentingan pertahanan. Beijing dengan tegas mengatakan dapat melakukan apa yang disukainya di wilayah sendiri.

Greg Poling, seorang ahli Laut China Selatan di Pusat Pemikir Strategis dan Internasional Washington, mengatakan bahwa penyebaran rudal di pos terdepan akan menjadi penting.

"Ini akan menjadi rudal pertama di Spratly, baik dari permukaan ke udara, atau anti kapal," katanya.

Dia menambahkan bahwa penyebaran itu dilakukan karena China membangun tempat perlindungan rudal di terumbu karang tahun lalu dan telah menyebarkan sistem rudal di Pulau Woody yang lebih jauh ke utara.

Poling mengatakan itu akan menjadi langkah besar di jalan China untuk mendominasi Laut China Selatan, rute perdagangan global utama.

“Sebelum ini, jika Anda adalah salah satu dari pihak lain yang mengklaim Laut China Selata, Anda tahu bahwa China memantau setiap langkah Anda. Sekarang Anda akan tahu bahwa Anda beroperasi di dalam jangkauan rudal China. Itu ancaman yang cukup kuat, secara implisit,” katanya.

CNBC mengatakan rudal jelajah anti-kapal YJ-12B memungkinkan China menyerang kapal-kapal dalam jarak 295 mil laut. Dikatakan rudal permukaan ke udara jarak jauh HQ-9B dapat menargetkan pesawat, drone dan rudal jelajah dalam jarak 160 mil laut.

Bulan lalu, Admiral AS Philip Davidson, yang dinominasikan untuk mengepalai Komando Pasifik AS, mengatakan pangkalan operasi terdepan China di Laut China Selatan tampak lengkap.

"Satu-satunya yang kurang adalah pengerahan pasukan," katanya.

"China akan dapat memperluas pengaruhnya ribuan mil ke selatan dan jauh ke Oceania," imbuhnya.

Davidson mengatakan China dapat menggunakan pangkalan untuk menantang kehadiran regional AS, dan akan dengan mudah membanjiri wilayah Laut China Selatan lainnya dengan pasukan militer.

"China sekarang mampu mengendalikan Laut China Selatan dalam semua skenario perang pendek dengan Amerika Serikat," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved