Saksi Douma: Tidak Ada Serangan, Korban, Tidak Ada Senjata Kimia

Jum'at, 27 April 2018 - 04:40 WIB
Saksi Douma: Tidak Ada...
Saksi Douma: Tidak Ada Serangan, Korban, Tidak Ada Senjata Kimia
A A A
THE HAGUE - Para saksi dari dugaan serangan kimia di Douma, termasuk Hassan Diab (11) dan staf rumah sakit, mengatakan video White Helmets hanyalah akting belaka. Belakangan, video tersebut digunakan sebagai dalih dalam serangan terhadap Suriah yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS).

“Kami berada di ruang bawah tanah dan kami mendengar orang-orang berteriak bahwa kami harus pergi ke rumah sakit. Kami melewati terowongan. Di rumah sakit mereka mulai menuangkan air dingin pada saya,” tutur Hasan pada konferensi pers di markas Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW), Den Haag, Belanda.

Baca: Bocah Suriah Ungkap Rekayasa Serangan Kimia White Helmets

Hasan termasuk di antara "korban" yang terlihat sedang dicuci oleh selang air dalam sebuah video yang dirilis oleh kelompok White Helmets pada 7 April lalu. Bocah itu dan keluarganya kemudian berbicara kepada media dan mengungkapkan bahwa ia bergegas ke tempat kejadian oleh orang-orang yang mengklaim bahwa serangan kimia telah terjadi. Mereka mulai menuangkan air dingin pada anak itu dan yang lain, merekam anak-anak yang ketakutan.

“Ada orang-orang yang tidak kami kenal yang merekam perawatan darurat, mereka merekam kekacauan yang terjadi di dalam, dan memfilmkan orang-orang yang disiram dengan air. Instrumen yang mereka gunakan untuk menyiram mereka dengan air pada awalnya digunakan untuk membersihkan lantai sebenarnya,” terang Ahmad Kashoi, administrator ruang gawat darurat.

“Itu terjadi selama sekitar satu jam, kami memberikan bantuan kepada mereka dan mengirim mereka pulang. Tidak ada yang tewas. Tidak ada yang menderita paparan kimia,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (27/4/2018).

Halil al-Jaish, seorang resuscitator yang merawat orang-orang di rumah sakit Douma hari itu, mengatakan beberapa pasien memang mengalami masalah pernapasan. Namun, gejala itu disebabkan oleh debu berat, yang melanda daerah itu karena serangan udara baru-baru ini, dan tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda keracunan akibat senjata kimia.

Sementara paramedis lain, Muwaffak Nasrim mengatakan rumah sakit menerima orang-orang yang menderita asfiksia asap dan debu pada hari dugaan serangan kimia dilakukan.

"Kepanikan yang terlihat dalam rekaman White Helmets itu terutama disebabkan oleh orang-orang yang berteriak tentang dugaan penggunaan senjata kimia, " ujar Nasrim, yang menyaksikan adegan kacau tersebut, menambahkan.

"Tidak ada pasien, bagaimanapun, menunjukkan gejala paparan senjata kimia," imbuhnya.

Ahmad Saur, seorang paramedis darurat Bulan Sabit Merah Suriah, mengatakan bahwa bangsal tempat ia bekerja tidak menerima pasien yang terkena senjata kimia pada hari insiden tersebut atau setelahnya.

"Semua pasien membutuhkan perawatan medis umum atau bantuan atas cedera," katanya.

Saur mengatakan kepada wartawan bahwa dia datang untuk berbicara di Den Haag secara independen dari Bulan Sabit Merah, dan dia memberikan kesaksian dengan bebas dan tanpa tekanan.

Seorang wartawan bertanya apa yang akan terjadi pada saksi mata dan apakah mereka akan tinggal di Eropa untuk bersaksi.

“Kami akan pulang ke rumah, dan tidak ada masalah dengan itu. Situasinya jauh lebih baik sekarang. Kami penduduk Douma, seperti banyak lainnya,” kata Hassan Ayoun, seorang dokter di departemen gawat darurat.

Perwakilan permanen Rusia untuk OPCW, Aleksandr Shulgin, mengatakan enam dari saksi Douma yang dibawa ke Den Haag telah diwawancarai oleh para ahli teknis OPCW.

“Yang lain juga siap, tetapi para ahli tetap berpegang pada pedoman mereka sendiri. Mereka telah memilih enam orang, berbicara dengan mereka, dan mengatakan bahwa mereka benar-benar puas dengan laporan mereka dan tidak memiliki pertanyaan lebih lanjut," ujar Shulgin.

Ia menambahkan bahwa tuduhan negara-negara Barat tertentu menjelang jumpa pers bahwa Moskow dan Damaskus berusaha menyembunyikan para saksi dari para ahli OPCW tidak terbukti.
(ian)
Berita Terkait
Apakah Rusia Dukung...
Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?
Kecam Invasi Israel...
Kecam Invasi Israel ke Suriah, Rusia Tarik Aset Militernya
Diburu Pasukan Pemerintah,...
Diburu Pasukan Pemerintah, Loyalis Bashar Al Assad Bersembunyi di Pangkalan Udara Rusia
Rusia Akui Uji Coba...
Rusia Akui 'Uji Coba' Tank T-14 Armata di Suriah
Operasi Khusus Rusia-Suriah...
Operasi Khusus Rusia-Suriah Bebaskan Pasukan yang Ditawan Pemberontak
Rusia Tegaskan Barat...
Rusia Tegaskan Barat Dukung Para Teroris di Suriah
Berita Terkini
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
50 menit yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
3 jam yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
5 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved