Saingi Disney, Arab Saudi Buat Kota Hiburan

Rabu, 25 April 2018 - 06:36 WIB
Saingi Disney, Arab...
Saingi Disney, Arab Saudi Buat Kota Hiburan
A A A
RIYADH - Arab Saudi terus menunjukkan sebagai negara yang makin terbuka kepada dunia internasional. Hari ini Saudi meluncurkan pembangunan kota hiburan yang bertujuan menarik wisatawan dan mengubah imej menjadi negara yang semakin terbuka. Taman hiburan ini digadang-gadang mampu menyaingi Walt Disney. Di kota buatan ini, nantinya akan berdiri taman-taman hiburan canggih, tempat safari dan fasilitas olahraga motor

Proyek skala besar itu akan terbentang seluas 207 mil persegi di Qiddiya, barat daya Ibu Kota Riyadh. Proyek senilai miliaran dolar ini bagian dari Visi 2030 Saudi untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada minyak. “Kota hiburan besar itu didanai oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi dan menyaingi Walt Disney,” papar pejabat Saudi pada media lokal, dikutip CNBC, kemarin.

Kontruksi proyek ini akan resmi diluncurkan oleh Raja Salman pada hari ini. Diharapkan pada 2022 mendatang, megaproyek ini bisa tuntas. Namun rincian tentang investasi asing dan total biaya untuk proyek tersebut belum diungkapkan ke media setempat.

Pembangunan kota hiburan ini melengkapi terobosan Raja Salman yang semakin akomodatif terhadap dunia hiburan. Sebelumnya Raja Salman membolehkan warganya menonton bioskop, pameran fashion atau menikmati sejumlah fasilitas hiburan lain.

Kebijakan ini juga bagian dari reformasi sosial dan ekonomi yang sedang diterapkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. “Kota ini akan menjadi, dengan izin Tuhan, landmark budaya terkenal dan pusat penting untuk memenuhi kebutuhan sosial, budaya dan rekretasi generasi masa depan di kerajaan,” papar Pangeran Mohammed.

Visi 2030 bertujuan meningkatkan belanja domestik tahunan pada budaya dan hiburan dari saat ini total belanja rumah tangga 2,9% menjadi 6% pada 2030. Para investor internasional mungkin memiliki peran besar untuk terlibat.

Operator taman hiburan berbasis di Amerika Serikat (AS), Six Flags telah melakukan perundingan dengan pemerintah Saudi sejak 2017 terkait rencana membangun sejumlah taman hiburan di kerajaan itu. Pangeran Mohammed juga telah berada di AS untuk mengunjungi PR blitz dan bertemu sejumlah raksasa Silicon Valley serta para pemimpin perusahaan termasuk CEO Facebook Mark Zuckerberg dan CEO Disney Bob Iger.

Pangeran Mohammed dalam kunjungan ke AS itu mempromosikan berbagai proyek pemerintah Saudi untuk menarik investasi asing. Pangeran juga menerima pujian dan kritik terkait berbagai langkah seperti mencabut larangan perempuan mengemudi di Saudi serta kampanye militer di Yaman.

Berbagai proyek lain di Saudi termasuk NEOM, kota baru yang akan menjadi pusat ekonomi dan teknologi antara Mesir, Saudi dan Yordania. NEOM memperkirakan investasi sekitar USD500 miliar pada tahap pertama yang akan selesai pada 2025.

Sebagian besar proyek di Saudi didanai sendiri, seiring meningkatnya defisit anggaran dan melemahnya harga minyak. Kondisi ini membuat beberapa pengamat mempertanyakan kelangsungan proyek tersebut.

Saat ini berbagai negara pengekspor minyak telah mencari cara untuk mengembangkan sumber pendapatan alternatif sejak harga minyak global turun pada 2014.

Pekan lalu, Saudi membuka bioskop pertama dalam 35 tahun, sebagai langkah simbolis dan mendorong perekonomian. Kehadiran bioskop-bioskop baru diharapkan dapat mendorong belanja domestik pada hiburan dan wisata, serta meningkatkan liberalisasi sosial di negara yang semula menerapkan aturan ketat tersebut. Di sisi lain, aturan tentang pemisahan gender, pakaian dan perilaku masih membatasi berbagai upaya reformasi tersebut.

Gedung bioskop pertama Arab Saudi dibuka pada Rabu (18/4) malam dengan menayangkan film Black Panther. Pembukaan bioskop pertama itu menandai Saudi memasuki era baru kebebasan. Film Hollywood berjudul Black Panther ditayangkan untuk pertama kali tapi beberapa adegan ciuman disensor. Kehadiran bioskop swasta di Riyadh itu menandai momen perubahan yang terjadi di Saudi dalam beberapa dekade.

Saudi sedang memulai era baru di mana perempuan akan segera diizinkan mengemudi mobil dan warga dapat pergi ke konser dan pameran fashion serta menikmati popcorn sambil menonton film layar lebar. Meski demikian, film-film yang ditayangkan di bioskop-bioskop Saudi akan melalui proses sensor dari pemerintah.

Adegan-adegan kekerasan dalam film itu tidak disensor tapi adegan akhir yang ada ciumannya telah dipotong. Untuk tetap menjalankan norma pemisahan gender di Saudi, beberapa ruangan bioskop akan dikhususnya untuk keluarga dan lainnya hanya khusus penonton pria.

Kendati demikian, secara umum gedung-gedung bioskop tidak akan memisahkan gender dengan bagian keluarga untuk perempuan dan terkait pria, serta bagian terpisah untuk penonton pria saja, seperti yang sudah diterapkan di restoran dan kafe.

Menteri Budaya dan Informasi Saudi Awwad Alawwad menjelaskan, pemerintah ingin menyeimbangkan antara nilai Islam dan pengalaman orang menonton film. “Kami ingin memastikan film-film sesuai budaya kami dan menghormati nilai-nilai. Di sisi lain, kami ingin menyediakan orang dengan tayangan indah dan benar-benar menikmati menonton film mereka sendiri,” ujar dia. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
33 menit yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
1 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
1 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
2 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
3 jam yang lalu
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
3 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved