Alek Minassian, Tersangka Serangan Van Toronto Tewaskan 9 Orang
Selasa, 24 April 2018 - 07:34 WIB
Alek Minassian, Tersangka Serangan Van Toronto Tewaskan 9 Orang
A
A
A
TORONTO - Tersangka serangan van di trotoar Toronto, Kanada, diidentifikasi bernama Alek Minassian. Tersangka menabraki kerumumanan orang dengan van yang menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 16 orang lainnya.
Identitas tersangka diungkap sumber keamanan di Toronto kepada media. Namun, pihak kepolisian belum secara resmi merilis nama tersangka serangan mobil pada Senin sore tersebut.
Mengutip laporan CBC News, Selasa (24/4/2018), orang di belakang kemudi van yang menabraki para pejalan kaki di Yonge Street dan Finch Avenue East diidentifikasi bernama Alek Minassian.
Kepala Polisi Toronto Mark Saunders yang baru kembali dari New York dijadwalkan menggelar konferensi pers segera.
Baca: Sebuah Van Tabraki Banyak Orang di Toronto, 9 Tewas, 16 Luka
Tersangka dilaporkan berasal dari Richmond Hill, Ontario, yang berjarak setengah jam perjalanan dari Toronto. Menurut para pejabat yang mengetahui investigasi serangan van ini mengatakan bahwa tersangka tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris terorganisir.
Namun, sumber keamanan Amerika Serikat (AS) percaya insiden mematikan di Toronto sebagai tindakan terorisme. Alasannya, tersangka secara sengaja menabraki banyak orang di sepanjang trotoar. Para saksi mata juga mengonfirmasi bahwa sopir van sengaja menabraki kerumunan pejalan kaki.
"Dia baru saja melaju di trotoar. Dia baru saja mulai menghantam semua orang. Dia menghantam setiap orang di trotoar; siapapun yang menghalangi jalannya. Halte bus, semuanya, semuanya hancur," kata seorang pria di tempat kejadian kepada Russia Today.
Alek Minassian sempat mencoba melarikan diri setelah melakukan serangan. Namun, polisi berhasil menangkapnya di sebuah blok jalan yang berjarak cukup jauh dari lokasi serangan.
Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale, menolak berkomentar tentang kemungkinan motivasi serangan van tersebut.
"Penyelidikan berada pada tahap di mana tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat dikonfirmasi pada saat ini," kata Goodale pada konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/4/2018).
"Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi, serta motivasi yang terlibat," ujarnya.
Juru bicara Ryder System Inc, Claudia Panfil, membenarkan bahwa salah satu kendaraan sewaan perusahaan telah terlibat dalam serangan tersebut. Menurutnya, perusahaan tetap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap kasus ini.
Identitas tersangka diungkap sumber keamanan di Toronto kepada media. Namun, pihak kepolisian belum secara resmi merilis nama tersangka serangan mobil pada Senin sore tersebut.
Mengutip laporan CBC News, Selasa (24/4/2018), orang di belakang kemudi van yang menabraki para pejalan kaki di Yonge Street dan Finch Avenue East diidentifikasi bernama Alek Minassian.
Kepala Polisi Toronto Mark Saunders yang baru kembali dari New York dijadwalkan menggelar konferensi pers segera.
Baca: Sebuah Van Tabraki Banyak Orang di Toronto, 9 Tewas, 16 Luka
Tersangka dilaporkan berasal dari Richmond Hill, Ontario, yang berjarak setengah jam perjalanan dari Toronto. Menurut para pejabat yang mengetahui investigasi serangan van ini mengatakan bahwa tersangka tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris terorganisir.
Namun, sumber keamanan Amerika Serikat (AS) percaya insiden mematikan di Toronto sebagai tindakan terorisme. Alasannya, tersangka secara sengaja menabraki banyak orang di sepanjang trotoar. Para saksi mata juga mengonfirmasi bahwa sopir van sengaja menabraki kerumunan pejalan kaki.
"Dia baru saja melaju di trotoar. Dia baru saja mulai menghantam semua orang. Dia menghantam setiap orang di trotoar; siapapun yang menghalangi jalannya. Halte bus, semuanya, semuanya hancur," kata seorang pria di tempat kejadian kepada Russia Today.
Alek Minassian sempat mencoba melarikan diri setelah melakukan serangan. Namun, polisi berhasil menangkapnya di sebuah blok jalan yang berjarak cukup jauh dari lokasi serangan.
Menteri Keamanan Publik Kanada, Ralph Goodale, menolak berkomentar tentang kemungkinan motivasi serangan van tersebut.
"Penyelidikan berada pada tahap di mana tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat dikonfirmasi pada saat ini," kata Goodale pada konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Selasa (24/4/2018).
"Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi, serta motivasi yang terlibat," ujarnya.
Juru bicara Ryder System Inc, Claudia Panfil, membenarkan bahwa salah satu kendaraan sewaan perusahaan telah terlibat dalam serangan tersebut. Menurutnya, perusahaan tetap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap kasus ini.
(mas)