Dokter Lokal Bantah Serangan Gas di Douma

Kamis, 19 April 2018 - 09:05 WIB
Dokter Lokal Bantah...
Dokter Lokal Bantah Serangan Gas di Douma
A A A
DAMASKUS - Seorang warga Suriah yang tinggal di lokasi dugaan serangan senjata kimia mengatakan hal itu tidak pernah terjadi. Demikian laporan terbaru yang dimuat media Inggris, The Independent.

Jurnalis The Independent yang mengunjungi lokasi serangan, Robert Fisk, mengaku pertanyaannya seputar serangan itu berubah menjadi kebingungan yang nyata.

Seperti diketahui, dugaan serangan kimia itu digunakan sebagai dalih untuk serangan udara akhir pekan lalu terhadap rezim Assad yang didukung Rusia oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis.

"Anehnya, setelah mengobrol dengan lebih dari 20 orang, saya tidak dapat menemukan orang yang menunjukkan sedikit ketertarikan atas peran insiden di Douma dalam serangan udara Barat," tulis Fisk.

"Dua orang sebenarnya memberitahuku bahwa mereka tidak tahu tentang hubungannya," sambungnya seperti dikutip dari Newshub, Kamis (19/4/2018).

Video warga sipil yang menderita efek senjata kimia - diyakini klorin dan sarin - tidak diragukan lagi nyata, tetapi seorang dokter setempat mengatakan kepada Fisk bahwa mereka menderita hipoksia - kehilangan oksigen - dan menghirup debu.

"Pada malam itu, ada angin dan awan debu besar mulai masuk ke ruang bawah tanah dan gudang di mana orang tinggal," ujar Assim Rahaibani.

"Orang-orang mulai tiba di sini menderita hipoksia, kehilangan oksigen," jelasnya.

Kebingungan mulai muncul ketika seseorang berteriak "gas!" dan kepanikan pun pecah.

"Orang-orang mulai melempar air satu sama lain. Ya, video itu difilmkan di sini, itu asli, tapi apa yang Anda lihat adalah orang-orang yang menderita hipoksia bukan keracunan gas," terangnya lagi

Dr Rahaibani tidak ada ketika insiden itu terjadi - para dokter dilaporkan memberikan bukti pada penyelidik senjata kimia di Damaskus.

Prancis mengklaim memiliki bukti senjata kimia yang digunakan dalam serangan itu, tetapi menambahkan kemungkinan bahwa bukti dan elemen penting itu hilang dari situs ini seiring dicegahnya penyidik independen masuk ke Douma.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pekan lalu ratusan orang dirawat karena terpapar bahan kimia beracun, termasuk iritasi parah pada membran mukosa, kegagalan pernafasan dan gangguan pada sistem saraf pusat.

Fisk kemudian mengatakan ia bebas berkeliaran di kota, dan orang-orang mengatakan kepadanya kelompok Islamis bersenjata yang membuat klaim serangan gas. Dr Rahaibani dua kali menyebut "teroris" pemberontak, menunjukkan bahwa ia mungkin sejalan dengan rezim Assad.

Fisk, yang berbicara bahasa Arab dengan lancar, telah meliput Timur Tengah selama beberapa dekade. Sejumlah karyanya pun diganjar dengan penghargaan.

Meski begitu, surat kabar Inggris The Times menyatakan sejumlah laporan Fisk yang berat sebelah dan kerap mengkritik Barat tidak selalu didukung dengan bukti.

Sebuah tim PBB yang mencoba mengakses situs yang dicurigai menjadi lokasi serangan semalam dihujani tembakan dan terpaksa mundur.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Prancis Serang Kelompok...
Prancis Serang Kelompok Negara Islam di Suriah
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
58 menit yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
3 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
4 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
5 jam yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
8 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved