Trump Restui Pembicaraan Perjanjian Damai Korut-Korsel

Rabu, 18 April 2018 - 11:45 WIB
Trump Restui Pembicaraan...
Trump Restui Pembicaraan Perjanjian Damai Korut-Korsel
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi restu untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri secara resmi perang di semenanjung Korea. Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) selama ini masih terikat dengan perjanjian gencatan senjata pasca Perang Korea 1950-1953.

Presiden Korsel Moon Jae-in dijadwalkan akan bertemu dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un pada pekan depan. Ini adalah pertemuan yang jarang terjadi. Wacana pembicaraan perjanjian damai intra Korea pun muncul ke permukaan.

"Korea Utara akan datang bersama-sama," kata Trump percaya diri ketika ia menjadi tuan rumah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Mar-a-Lago resort di Florida.

"Korea Selatan bertemu dan memiliki rencana untuk bertemu untuk melihat apakah mereka dapat mengakhiri perang dan mereka memiliki restu saya untuk itu," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Rabu (18/4/2018).

"Orang-orang tidak menyadari bahwa Perang Korea belum berakhir. Itu sedang terjadi sekarang. Dan mereka sedang mendiskusikan berakhirnya perang," imbuhnya.

Trump seolah mengkonfirmasi bahwa pembicaraan duo Korea pada 27 April mendatang akan menyentuh perjanjian perdamaian. Ini sebuah penggantian simbolik yang terhadap gencatan senjata yang ditandatangani pada tahun 1953.

"Merujuk pada kesepakatan itu mereka mendapatkan restu saya dan mereka mendapatkan restu saya untuk membahas itu," ujarnya.

Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin AS, Cina dan Korut adalah penandatangan kesepakatan perjanjian gencatan senjata yang telah bertahan setengah abad lamanya. Namun banyak ahli setuju jika Korsel kemungkinan harus menjadi penandatangan perjanjian pengganti.

Terkait dengan pertemuannya dengan Kim Jong-un, Trump mengungkapkan "lima lokasi" sedang dipertimbangkan sebagai tempat pertemuan.

"Itu akan terjadi mungkin pada awal Juni atau sebelum itu dengan asumsi segalanya berjalan dengan baik," terangnya.

"Mungkin segala hal tidak akan berjalan dengan baik serta kami tidak akan memiliki pertemuan dan kami akan terus melanjutkan di jalur yang sangat kuat yang telah kami ambil," tambah Trump.

Para pejabat mengatakan bahwa belum ada keputusan yang dibuat, tetapi Cina, Korut, Korsel, dan Panmunjom di Zona Demiliterisasi antara kedua negara dipandang sebagai lokasi yang memungkinkan.

Panmunjom adalah situs penandatanganan Perjanjian Gencatan Senjata Korea pada tahun 1953 dan akan menjadi lokasi pertemuan puncak 27 April antara Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel, Moon Jae-in.
(ian)
Berita Terkait
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Trump Ingin AS Memiliki...
Trump Ingin AS Memiliki Lahan Pangkalan Militer di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Eks Sekjen PBB: De Facto,...
Eks Sekjen PBB: De Facto, Trump Beri Korut Status Negara Nuklir
Trump Bertemu Presiden...
Trump Bertemu Presiden Korsel tapi Justru Memuji Kim Jong-un Berulang Kali
Berita Terkini
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
17 menit yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
1 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
4 jam yang lalu
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
5 jam yang lalu
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved