Inggris: Zat Saraf yang Meracuni Skripal Berbentuk Cair

Rabu, 18 April 2018 - 10:59 WIB
Inggris: Zat Saraf yang...
Inggris: Zat Saraf yang Meracuni Skripal Berbentuk Cair
A A A
LONDON - Zat saraf yang digunakan untuk meracuni eks agen ganda Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia berbentuk cair. Demikian pernyataan Departemen Lingkungan Inggris dan menyatakan akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk membersihkan jejak racun yang tersisa di sekitar kota Salisbury.

Departemen Lingkungan Inggris mengatakan sembilan situs perlu "pembersihan spesialis," termasuk sebuah restoran yang dikunjungi oleh Skripal pada 4 Maret, hari ketika ia dan putrinya ditemukan tidak sadarkan diri di bangku taman di kota di Inggris barat daya.

Sekitar 190 tentara yang dilatih khusus membantu petugas lingkungan, kesehatan dan pertahanan untuk melakukan pembersihan itu.

"Bekerja untuk membersihkan setiap situs akan melibatkan proses pengujian, penghancuran barang-barang yang mungkin telah terkontaminasi, pembersihan bahan kimia dan pengujian ulang," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan upaya itu akan memakan waktu beberapa bulan seperti dikutip dari AP, Rabu (18/4/2018).

Para pejabat Inggris mengatakan Skripal diracun dengan zat saraf kelas militer yang dioleskan pada pegangan pintu di rumahnya. Ayah dan anak perempuan itu dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu dalam kondisi kritis.

Setelah lama dirawat, Yulia Skripal diperbolehkan pulang minggu lalu dari Salisbury District Hospital, tempat ayahnya terus dirawat.

Para pejabat Inggris mengatakan pemerintah Rusia berada di balik serangan itu dengan menggunakan sejenis zat saraf yang dikembangkan Soviet, dikenal sebagai Novichok. Pengawas senjata kimia internasional, OPCW, telah mengkonfirmasi bahwa zat Novichok "kemurnian tinggi" digunakan untuk meracun Skripal, meskipun belum mengidentifikasi di mana zat itu dibuat.

Baca: OPCW Konfirmasi Pembelot Rusia Diracun dengan Novichok

Rusia membantah keterlibatan dalam serangan itu dan menuduh Inggris gagal memberikan bukti-buktinya.

Serangan ini telah memicu krisis diplomatik ala Perang Dingin antara Rusia dan Barat, termasuk pengusiran ratusan diplomat dari kedua belah pihak.
(ian)
Berita Terkait
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
3 Mata-mata Rusia Ditangkap...
3 Mata-mata Rusia Ditangkap di Inggris
Rusia Usir Diplomat...
Rusia Usir Diplomat Inggris karena Jadi Mata-mata
Intervensi Rusia di...
Intervensi Rusia di Inggris: Mata-mata, Hack Pemilu hingga Pembunuhan
Jadi Mata-mata Rusia,...
Jadi Mata-mata Rusia, Eks Satpam Kedubes Inggris Dibui 13 Tahun
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
2 jam yang lalu
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
4 jam yang lalu
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
4 jam yang lalu
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
5 jam yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
7 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved