Pembantu Assad Ledek Barat: Pertahanan Suriah Lebih Pintar dari Rudal AS

Selasa, 17 April 2018 - 09:01 WIB
Pembantu Assad Ledek...
Pembantu Assad Ledek Barat: Pertahanan Suriah Lebih Pintar dari Rudal AS
A A A
DAMASKUS - Penasihat politik untuk Presiden Bashar al-Assad memuji sistem pertahanan udara Suriah. Sebagian besar rudal yang ditembakkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya pada akhir pekan lalu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Dalam pernyataan yang diterbitkan situs al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon, Bouthaina Shaaban mengatakan kemenangan menandai awal dari akhir kerajaan AS.

Pembantu Assad Ledek Barat: Pertahanan Suriah Lebih Pintar dari Rudal AS


"Pecahnya agresi jahat mereka adalah awal dari lenyapnya kekaisaran mereka, yang akan digantikan oleh kekuatan baru yang menghormati kemanusiaan, kedaulatan dan keamanan masyarakat," katanya seperti dilansir dari Press TV, Selasa (17/4/2018).

Pada Sabtu pagi, AS bersama Inggris dan Prancis meluncurkan rentetan serangan rudal melaksanakan perintah Presiden Donald Trump. Serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka klaim sebagai serangan kimia di kota Douma yang dikuasai militan.

Suriah, yang menyerahkan seluruh persediaan bahan kimia di bawah kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Rusia dan AS pada 2013, mengatakan pihaknya telah mencegat sebagian besar rudal yang ditembakkan.

“Fakta paling penting yang harus kita catat di sini untuk Trump adalah bahwa misilnya tidak cerdas, tidak akurat - dan bahwa pertahanan udara Suriah telah memberikan bukti bahwa mereka lebih pintar dan akurat daripada misilnya. Dia harus berhati-hati tentang tweet-nya,” ledek Shaaban.

Perempuan berusia 65 tahun itu mengacu pada tweet Trump sebelum serangan, memperingatkan Suriah dan sekutunya untuk bersiap-siap menghadapi serangan misil. Trump menyebut bahwa misil-misil yang diluncurkan akan menghindari pertahanan udara karena mempunyai kualitas yang "baik dan baru serta cerdas."

Baca: Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!

Shaaban mencatat bahwa serangan udara yang dipimpin AS tidak mengintimidasi orang-orang Suriah dan malah membuat warga Israel meringkuk, berebut tempat perlindungan serangan udara.

“Alih-alih orang-orang Suriah pergi ke tempat penampungan, mereka pergi ke atap untuk menyaksikan pasukan Suriah menembak jatuh sejumlah rudal Trump sebelum mereka dapat mencapai tujuan mereka. Sementara para pemukim dari entitas Zionis melarikan diri ke tempat penampungan mereka," cetus Shaaban.

Shaaban juga menolak tuduhan kepala Pentagon Jim Mattis bahwa instalasi yang terkait dengan produksi senjata kimia telah dibom.

"Pusat Sains dan Penelitian yang memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Suriah terbaik setiap tahun menjadi sasaran," tulisnya.

“Trump menghancurkan institusi ini, yang tidak memiliki koneksi untuk memproduksi senjata apa pun. Ini adalah kebohongan perang tentang senjata kimia yang diciptakan Trump,” imbuhnya.

Baca: Lembaga Ilmiah Suriah Bantah Miliki Fasilitas Senjata Kimia

Pejabat Suriah itu mencatat bahwa Barat dan Israel bertujuan untuk mencapai "dua hal" di wilayah tersebut.

“Pertama adalah bahwa tidak ada persatuan di negara (Arab). Yang lain adalah bahwa (bangsa Arab) tidak mempersenjatai dirinya dengan sains dan pengetahuan, nilai tertinggi untuk manusia," ujarnya

“Tanggapan nyata terhadap agresi, pendudukan, dan upaya mereka untuk melikuidasi Palestina dan mempermalukan orang Arab dan pan-Arabisme adalah memiliki lebih banyak ilmu dan pengetahuan, dan untuk mengembangkan kemampuan dan pertahanan udara dan laboratorium kami, dan untuk menghasilkan apa pun yang mengamankan kebutuhan generasi kita,” tukas Shaaban.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
11 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
27 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved