Bangladesh-UNHCR Kompak Bantah Klaim Repatriasi Rohingya Myanmar

Senin, 16 April 2018 - 04:46 WIB
Bangladesh-UNHCR Kompak...
Bangladesh-UNHCR Kompak Bantah Klaim Repatriasi Rohingya Myanmar
A A A
DHAKA - Pemerintah Bangladesh dan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (UNHCR) membantah klaim Myanmar bahwa mereka telah memulangkan lima anggota keluarga Rohingya. Keduanya mengatakan baik pemerintah Bangladesh maupun UNHCR tidak memiliki keterlibatan dalam repatriasi tersebut.

Komisaris Pengungsi dan Pemulangan Pengungsi pemerintah Bangladesh, Abul Kalam mengatakan, sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang yang berada di wilayah Konakarara telah masuk kembali ke wilayah Myanmar dan telah dibawa ke pusat penerimaan yang didirikan oleh Myanmar. Konakarara adalah sebuah tanah tak bertuan di antara kedua negara itu

"Itu sama sekali bukan repatriasi, melainkan propaganda," katanya kepada Reuters, Senin (16/4/2018).

Secara terpisah, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan langsung tentang kasus ini dan tidak diajak konsultasi atau terlibat dalam laporan repatriasi ini.

Dalam pernyataannya, UNHCR menyerukan kepada Myanmar untuk memastikan setiap pengembalian bersifat sukarela, aman dan bermartabat. Badan itu mengatakan setiap pengungsi yang kembali harus secara berkelanjutan diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Terkait hal ini, juru bicara pemerintah Myanmar Zaw Htay mengatakan hal itu bukan sebuah propaganda. Menurutnya keluarga etnis Rohingya itu memutuskan untuk kembali dengan kemauan mereka sendiri.

"Kami merawat mereka," katanya.

Reuters tidak dapat menghubungi keluarga yang bersangkutan, atau memverifikasi lokasi pasti dari mana mereka telah kembali.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, Myanmar mengatakan telah memulangkan keluarga Rohingya pertama dari pengungsi yang melarikan diri ke Bangladesh. Dikatakan sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang, termasuk seorang individu bernama Aftar Ar Lwan, telah kembali ke salah satu pusat penerimaannya di negara bagian Rakhine.

Myanmar dan Bangladesh setuju pada bulan Januari untuk menyelesaikan repatriasi sukarela para pengungsi dalam dua tahun. Myanmar mendirikan dua pusat penerimaan dan apa yang dikatakannya adalah sebuah kamp sementara di dekat perbatasan di Rakhine untuk menerima kedatangan pertama.

Baca: Myanmar Klaim Pulangkan Keluarga Pengungsi Rohingya Pertama

Klaim Myanmar mengenai repatriasi pertama terjadi hanya beberapa hari setelah UNHCR mengatakan kondisi di Myanmar tidak kondusif bagi kembalinya pengungsi.

Baca: PBB: Myanmar Belum Siap Repatriasi Pengungsi Rohingya
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Pemimpin Tertinggi Rohingya...
Pemimpin Tertinggi Rohingya Ditembak Mati di Bangladesh usai Salat
Berita Terkini
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
52 menit yang lalu
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
1 jam yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
2 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
3 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
5 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
6 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved