Hizbullah Sebut Serangan Rudal Barat di Suriah Gagal

Senin, 16 April 2018 - 02:28 WIB
Hizbullah Sebut Serangan...
Hizbullah Sebut Serangan Rudal Barat di Suriah Gagal
A A A
BEIRUT - Pemimpin kelompok Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyatakan bahwa serangan rudal pimpinan Amerika Serikat (AS) di Suriah gagal mencapai tujuanya. Ia merujuk pada meneror pasukan Suriah, meningkatkan moral pejuang Suriah atau melayani kepentinga Israel.

Menurutnya keinginan militer AS untuk tetap mempertahankan serangan amat terbatas. AS menyadari bahwa agresi yang lebih luas terhadap Suriah akan memancing respon dari Damaskus dan menigkakan ketegangan di seluruh wilayah.

Nasrallah juga menuduh negara-negara Teluk menghasut tindakan militer AS di Suriah dan mendanai serangan rudal di negara itu seperti dikutip dari Sputniknews, Senin (16/4/2018).

Setelah AS, Prancis, dan Inggris meluncurkan serangan di sejumlah target di Suriah sebagai tanggapan atas dugaan insiden kimia di pinggiran Damaskus di Douma, Hizbullah menyatakan bahwa AS tidak akan pernah berhasil dalam perang melawan Suriah dan orang-orang biasa di Timur Tengah. Gerakan militan Syiah juga mendapat pujian di Suriah karena menangkis serangan udara yang sebelumnya diluncurkan oleh AS, Inggris dan Prancis terhadap Republik Arab.

Setelah laporan tentang dugaan serangan gas di Douma Suriah muncul di beberapa media lokal, yang mengutip sumber di kalangan militan, negara-negara Barat bergegas untuk menuduh pasukan Presiden Suriah Bashar Assad menggunakan senjata kimia. Para pemimpin Suriah membantah terlibat dalam serangan itu, dan mengundang para ahli dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menyelidiki laporan tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, ketiga negara itu menembakkan lebih dari 100 rudal jelajah dan rudal udara ke permukaan, yang sebagian besar ditembak jatuh oleh pertahanan udara Suriah. Tiga orang cedera akibat serangan itu, Staf Umum Suriah melaporkan.

Presiden Suriah Bashar Assad mengecam serangan itu, mengatakan bahwa setelah pemogokan, tekad Damaskus untuk memerangi dan menghancurkan terorisme di setiap inci hanya akan meningkat.
(ian)
Berita Terkait
Simpan Senjata di Suriah,...
Simpan Senjata di Suriah, Iran Bangun Terowongan Bawah Tanah
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Prancis Serang Kelompok...
Prancis Serang Kelompok Negara Islam di Suriah
AS dan Prancis Desak...
AS dan Prancis Desak Israel-Hizbullah Gencatan Senjata 21 Hari
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Berita Terkini
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
13 menit yang lalu
10 Negara yang Menggunakan...
10 Negara yang Menggunakan Kalender Sendiri, Dipengaruhi Agama, Sejarah dan Dinasti
29 menit yang lalu
Media Iran Rilis Video...
Media Iran Rilis Video Cara Bunuh Ibu Negara AS Melania Trump, Secret Service Turun Tangan
1 jam yang lalu
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei kepada...
Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah: Tak Ada Jalan Lain Selain Jihad Melawan AS dan Israel
2 jam yang lalu
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved