Tolak Nyanyi Sambil Berdiri di Pesta, Penyanyi Hamil Ditembak Mati

Sabtu, 14 April 2018 - 08:13 WIB
Tolak Nyanyi Sambil...
Tolak Nyanyi Sambil Berdiri di Pesta, Penyanyi Hamil Ditembak Mati
A A A
ISLAMABAD - Sebuah pesta keluarga di Pakistan berakhir dengan adegan horor. Seorang penyanyi perempuan yang tengah hamil delapan bulan ditembak mati setelah menolak permintaan seorang pria untuk menyanyi sambil berdiri.

Insiden mematikan ini terjadi Selasa malam lalu di wilayah Sindh, Pakistan. Korban diketahui bernama Samina Sindhu, 28.

Tersangka penembakan, Tariq Jatoi, telah ditangkap polisi dan kini ditahan. Dia mengaku penembakan itu tidak disengaja, karena dia meletuskan tembakan ke udara setelah permintaannya ditolak korban. Namun, tembakan itu justru mengenai korban.

Suami korban, Ashiq Sammoo, mengatakan dalam laporan polisi bahwa tersangka dalam pesta tersebut telah menodongkan pistol ke istrinya."Mmengancam memerintahkannya untuk berdiri dan bernyanyi," katanya, seperti dikutip BBC, semalam (13/4/2018).

Menurut Samoo, ketika istrinya mengatakan bahwa dia sedang hamil dan tidak tahan untuk berdiri, tersangka menembaknya.

Insiden ini memicu demonstrasi yang menuntut agar polisi juga menangkap dua pria rekan tersangka yang juga hadir di tempat kejadian.

Dalam sebuah rekaman video yang sudah menyebar di media sosial, Sindhu duduk di atas panggung dan bernyanyi. Dia ditemani para musisi saat ancaman pistol datang.

Awalnya, ada tiga pria mendekati panggung dan menghujani Sindhu dengan uang kertas seperti pesta pada umumnya. Sindhu pada akhirnya berdiri dan terus bernyanyi, yang diduga karena diancam dengan todongan pistol. Tak lama kemudian, terdengar tiga tembakan dan penyanyi yang hamil itu jatuh.

Sindhu merupakan seorang penyanyi lokal yang terkenal. Dia telah menghasilkan setidaknya delapan album musik rakyat Sindhi dan musik Sufi. Namun, sumber mata pencaharian utamanya adalah menyanyi di acara keluarga, seperti halnya para musisi Pakistan yang lain.

Polisi sedang menunggu hasil pemeriksaan post-mortem dan tes alkohol pada darah Jatoi. Hasil tes tersebut kemungkinan akan dibawa ke pengadilan.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved