Terbesar Sejak Invasi Irak, AS Kirim 12 Kapal Perang ke Suriah
Sabtu, 14 April 2018 - 06:01 WIB
Terbesar Sejak Invasi Irak, AS Kirim 12 Kapal Perang ke Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Satuan tugas Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) sejak invasi Irak 2003 kemungkinan akan bertolak ke Suriah. Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan respon militer terhadap dugaan serangan senjata kimia di Douma, sebuah kota di pinggiran Damaskus.
Dikutip dari Time, Sabtu (14/4/2018), Angkatan Laut AS mengirim total sepuluh kapal perang dan dua kapal selam ke Laut Mediterania. Gugus tugas itu kemungkinan akan dipimpin oleh kapal induk bertenaga nuklir AS Harry S. Truman, yang berangkat dari Norfolk, Virginia, pekan ini dengan kelompok lima kapal perang pendamping.
Kapal induk AS ini mampu membawa 90 pesawat, termasuk jet tempur F/A-18 Super Hornet.
Kapal Perusak dengan rudal yang dipandu AS, Donald Cook, yang mampu meluncurkan rudal jelajah, dikabarkan sudah berada di daerah itu. Diyakini ada tiga kapal perusak lain dan dua kapal selam di Mediterania.
Sementaran itu sebuah kapal perusak milik Prancis, Aquitaine, juga dilaporkan telah berada di lepas pantai Lebanon.
Angkatan Laut Rusia memiliki setidaknya dua kapal frigat kelas Admiral Grigorovich, yang dapat meluncurkan rudal jelajah, di Mediterania serta kapal selam dan kapal pendukung, menurut laporan Reuters.
Selain itu ada juga lusinan pesawat tempur Rusia yang ditempatkan di pangkalan udara Hmeymim di Suriah. Rusia juga memiliki sistem anti-pesawat S-400 canggih, yang diyakini mampu menembak jatuh pesawat tempur dan rudal jelajah.
Pemerintah Suriah telah bersiap untuk kemungkinan serangan AS sebagai balas dendam atas serangan yang diduga menyebabkan sedikitnya 40 orang tewas, menurut aktivis dan tim penyelamat.
Pada 11 April, Trump memperingatkan di Twitter bahwa Rusia harus bersiap-siap atas serangan AS. "Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus, baru dan 'pintar'!," tulis Trump melalui akun Twitter-nya
Baca: Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!
Trump kemudian mentweet bahwa serangan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad bisa segera atau lambat, sebelum menambahkan bahwa pemerintahannya telah melakukan pekerjaan besar membersihkan wilayah ISIS.
Baca: Soal Serangan ke Suriah, Trump: Bisa Cepat, Bisa Lambat
Para pejabat Suriah, dan sekutunya Rusia, telah berulang kali membantah berada di balik dugaan serangan senjata kimia tersangka. Mereka bahkan melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa serangan itu telah diatur oleh Inggris. Moskow telah mengancam akan membalas setiap serangan terhadap target pemerintah Suriah.
Dikutip dari Time, Sabtu (14/4/2018), Angkatan Laut AS mengirim total sepuluh kapal perang dan dua kapal selam ke Laut Mediterania. Gugus tugas itu kemungkinan akan dipimpin oleh kapal induk bertenaga nuklir AS Harry S. Truman, yang berangkat dari Norfolk, Virginia, pekan ini dengan kelompok lima kapal perang pendamping.
Kapal induk AS ini mampu membawa 90 pesawat, termasuk jet tempur F/A-18 Super Hornet.
Kapal Perusak dengan rudal yang dipandu AS, Donald Cook, yang mampu meluncurkan rudal jelajah, dikabarkan sudah berada di daerah itu. Diyakini ada tiga kapal perusak lain dan dua kapal selam di Mediterania.
Sementaran itu sebuah kapal perusak milik Prancis, Aquitaine, juga dilaporkan telah berada di lepas pantai Lebanon.
Angkatan Laut Rusia memiliki setidaknya dua kapal frigat kelas Admiral Grigorovich, yang dapat meluncurkan rudal jelajah, di Mediterania serta kapal selam dan kapal pendukung, menurut laporan Reuters.
Selain itu ada juga lusinan pesawat tempur Rusia yang ditempatkan di pangkalan udara Hmeymim di Suriah. Rusia juga memiliki sistem anti-pesawat S-400 canggih, yang diyakini mampu menembak jatuh pesawat tempur dan rudal jelajah.
Pemerintah Suriah telah bersiap untuk kemungkinan serangan AS sebagai balas dendam atas serangan yang diduga menyebabkan sedikitnya 40 orang tewas, menurut aktivis dan tim penyelamat.
Pada 11 April, Trump memperingatkan di Twitter bahwa Rusia harus bersiap-siap atas serangan AS. "Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus, baru dan 'pintar'!," tulis Trump melalui akun Twitter-nya
Baca: Trump: Bersiaplah Rusia, Rudal akan Datang di Suriah!
Trump kemudian mentweet bahwa serangan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad bisa segera atau lambat, sebelum menambahkan bahwa pemerintahannya telah melakukan pekerjaan besar membersihkan wilayah ISIS.
Baca: Soal Serangan ke Suriah, Trump: Bisa Cepat, Bisa Lambat
Para pejabat Suriah, dan sekutunya Rusia, telah berulang kali membantah berada di balik dugaan serangan senjata kimia tersangka. Mereka bahkan melangkah lebih jauh dengan mengklaim bahwa serangan itu telah diatur oleh Inggris. Moskow telah mengancam akan membalas setiap serangan terhadap target pemerintah Suriah.
(ian)