Saudi Bangun Kanal, Qatar Terancam Jadi 'Sebuah Pulau'

Minggu, 08 April 2018 - 11:11 WIB
Saudi Bangun Kanal,...
Saudi Bangun Kanal, Qatar Terancam Jadi 'Sebuah Pulau'
A A A
RIYADH - Arab Saudi berencana membangun kanal di sepanjang perbatasan daratnya dengan Qatar. Proyek ini akan secara efektif membuat negara di semenanjung Arab itu menjadi sebuah pulau.

Surat kabar Saudi, Sabq, mengklaim bahwa para perencana masih menunggu izin resmi untuk memulai pembangunan kanal. Proyek itu dapat diselesaikan hanya dalam setahun dengan biaya USD750 juta.

Menurut desain, kanal itu akan mempunyai pajang 60 km, lebar 200 meter dan mempunyai kedalam antara 15-20 meter. Dengan begitu, kanal ini akan memotong wilayah perbatasan dengan Qatar di sebelah selatan.

Saluran maritim antara daerah Salwa dan Khawr al-Udayd di Arab Saudi akan secara efektif mengakhiri perdagangan darat dengan Qatar dan juga memungkinkan pengiriman untuk memotong jalur Qatar.

Arab Saudi meluncurkan blokade darat, laut dan udara terhadap Qatar pada Juni lalu. Aksi ini dilakukan bersama sekutu regionalnya - Uni Emirar Arab (UEA), Bahrain dan Mesir. Blokade ini secara luas dikutuk sebagai tindakan ilegal.

Proyek kanal ini tampak sebagai upaya untuk lebih memperketat blokade atas Qatar dan berusaha mengambil alih perdagangan dari negara kerajaan itu.

Kanal ini nantinya akan mampu menampung kapal tanker dan kapal kontainer dengan rencana untuk mengubah daerah tersebut menjadi pusat industri dan ekonomi yang "unik" dengan sejumlah pelabuhan yang melapisi jalur air.

Surat kabar itu juga mengatakan ada rencana untuk resor di sepanjang tepi kanal dan fasilitas untuk memungkinkan kapal pesiar berlabuh.

Anehnya, kawasan itu juga akan mencakup zona militer dengan zona pengecualian satu kilometer yang berjalan di sepanjang perbatasan dengan saingan regional Riyadh, Qatar.

"(Terusan) akan menghilangkan semua perbatasan darat, dan itu akan menjadi wilayah Saudi murni untuk panjang 1 km dari perbatasan resmi dengan Negara Qatar. Ini akan membuat wilayah terestrial yang berdekatan dengan Qatar menjadi zona militer untuk perlindungan dan pemantauan," tulis media Arab Saudi itu seperti dikutip Al Araby, Minggu (8/4/2018).

Surat kabar itu mengklaim proyek tersebut akan menelan biaya USD750 juta dan dapat diselesaikan hanya dalam waktu 12 bulan.

Sebagian besar analis melihat pembicaraan tentang kanal sebagai proyek propaganda untuk Riyadh. Arab Saudi dan UEA telah meluncurkan kampanye media yang berkelanjutan, tetapi tidak berhasil, terhadap Qatar sejak blokade Juni dimulai.

Pengamat lain menyatakan bahwa setiap upaya untuk mendesain ulang geografi Semenanjung Arab untuk mengisolasi Qatar akan dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional.

Qatar telah menolak serangkaian tuntutan yang dipimpin oleh Saudi, termasuk menutup media seperti Al Jazeera dan The New Arab yang berbasis di London. Doha telah menyerukan dialog untuk mengakhiri krisis, yang ditolak oleh Arab Saudi dan mitranya.

Analis melihat blokade sebagai upaya untuk memaksa Qatar berada di bawah pengawasan Arab Saudi-UEA dan mengakhiri kebijakan luar negerinya yang independen.

Tahun lalu, sebuah museum di UEA menuai kritikan dan cemoohan setelah menampilkan peta wilayah Teluk yang mengecualikan Qatar.

Baca juga:
Tensi Meninggi, UEA Hapus Qatar dari Peta Dunia
(ian)
Berita Terkait
Sengketa Wilayah, Saudi:...
Sengketa Wilayah, Saudi: Keputusan Pengadilan Tak Terkait Keluhan Qatar
Ingin Jadi Sekutu Sejati...
Ingin Jadi Sekutu Sejati AS, Arab Saudi Ingin Pakta Pertahanan seperti Qatar
GCC Sambut Kesepakatan...
GCC Sambut Kesepakatan Arab Saudi dan Qatar Buka Lagi Perbatasan
Begini Ekspresi Kekalahan...
Begini Ekspresi Kekalahan Lionel Messi Dkk Usai Dipermalukan Arab Saudi di Laga Perdana
Negara-negara Arab Tegaskan...
Negara-negara Arab Tegaskan Dukungan pada Raja Yordania
Hadiri Pembukaan Piala...
Hadiri Pembukaan Piala Dunia, Pangeran Mohammed bin Salman Berterima Kasih pada Emir Qatar
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
23 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
3 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved