Sekjen PBB Wanti-wanti Israel Soal Penggunaan Kekuatan Hadapi Demonstran
Jum'at, 06 April 2018 - 17:02 WIB
Sekjen PBB Wanti-wanti Israel Soal Penggunaan Kekuatan Hadapi Demonstran
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, menyerukan semua pihak di Jalur Gaza untuk menahan diri. Situasi di Jalur Gaza masih memanas seiring aksi demonstrasi massal yang dilakukan oleh warga Palestina di perbatasan Israel.
"Sekretaris Jenderal menyerukan semua pihak di lapangan untuk menghindari konfrontasi dan menahan diri secara maksimum," kata Guterres dalam sebuah pernyataan mengenai situasi di Gaza yang dibacakan juru bicaranya, Stephane Dujarric.
"Kepala PBB secara khusus mendesak Israel untuk berhati-hati dalam penggunaan kekuatan guna menghindari jatuhnya korban," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (6/4/2018).
Dujarric mengatakan Sekjen PBB mencatat bahwa warga sipil harus dapat menggunakan hak mereka untuk berdemonstrasi secara damai.
"Mengingat peristiwa tragis pada 'Great Return March' Jumat lalu, sekretaris jenderal menegaskan kembali seruannya pada semua yang berkepentingan untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat mengarah pada kekerasan lebih lanjut atau menempatkan warga sipil dalam bahaya, terutama anak-anak," kata Dujarric.
"Kepala PBB menekankan urgensi untuk mempercepat upaya untuk kembali ke perundingan bermakna yang pada akhirnya akan memungkinkan Palestina dan Israel "untuk hidup dalam dua negara demokratis berdampingan dalam damai dan dalam batas-batas yang aman dan diakui," tutur Dujarric, menambahkan bahwa kepala PBB juga menegaskan kembali kesiapan PBB untuk mendukung upaya ini.
Setidaknya 18 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka sejak Jumat lalu. Saat itu, aksi protes besar-besaran diluncurkan warga Palestina untuk menandai Hari Tanah di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Israel.
Unjuk rasa Jumat adalah awal dari protes selama enam minggu yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, saat Israe merayakan hari jadinya. Warga Palestina menyebutnya sebagai "Hari Bencana" karena sejumlah besar dari mereka dipaksa meninggalkan rumahnya.
"Sekretaris Jenderal menyerukan semua pihak di lapangan untuk menghindari konfrontasi dan menahan diri secara maksimum," kata Guterres dalam sebuah pernyataan mengenai situasi di Gaza yang dibacakan juru bicaranya, Stephane Dujarric.
"Kepala PBB secara khusus mendesak Israel untuk berhati-hati dalam penggunaan kekuatan guna menghindari jatuhnya korban," imbuhnya seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (6/4/2018).
Dujarric mengatakan Sekjen PBB mencatat bahwa warga sipil harus dapat menggunakan hak mereka untuk berdemonstrasi secara damai.
"Mengingat peristiwa tragis pada 'Great Return March' Jumat lalu, sekretaris jenderal menegaskan kembali seruannya pada semua yang berkepentingan untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat mengarah pada kekerasan lebih lanjut atau menempatkan warga sipil dalam bahaya, terutama anak-anak," kata Dujarric.
"Kepala PBB menekankan urgensi untuk mempercepat upaya untuk kembali ke perundingan bermakna yang pada akhirnya akan memungkinkan Palestina dan Israel "untuk hidup dalam dua negara demokratis berdampingan dalam damai dan dalam batas-batas yang aman dan diakui," tutur Dujarric, menambahkan bahwa kepala PBB juga menegaskan kembali kesiapan PBB untuk mendukung upaya ini.
Setidaknya 18 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 1.200 lainnya terluka sejak Jumat lalu. Saat itu, aksi protes besar-besaran diluncurkan warga Palestina untuk menandai Hari Tanah di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Israel.
Unjuk rasa Jumat adalah awal dari protes selama enam minggu yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, saat Israe merayakan hari jadinya. Warga Palestina menyebutnya sebagai "Hari Bencana" karena sejumlah besar dari mereka dipaksa meninggalkan rumahnya.
(ian)