Australia Ikut-ikutan Usir Dua Diplomat Rusia

Selasa, 27 Maret 2018 - 10:02 WIB
Australia Ikut-ikutan...
Australia Ikut-ikutan Usir Dua Diplomat Rusia
A A A
SYDNEY - Australia ikut bergabung dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS) dengan mengusir dua diplomat Rusia. Tindakan ini sebagai respons atas serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Kremlin Sergei Skripal di Inggris.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbul setuju dengan pemerintah Inggris bahwa Moskow bersalah atas serangan racun tersebut.

Inggris sudah lebih dulu mengusir 23 diplomat Moskow dan telah dibalas oleh Kremlin. Pada hari Senin, giliran Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Ukraina dan beberapa negara lain memutuskan untuk mengusir para diplomat Moskow.

Baca: 'Dikeroyok' Amerika Cs, 100 Lebih Diplomat Rusia Diusir

Di AS sendiri ada 60 diplomat Rusia yang harus hengkang. Jumlah itu, menurut Gedung Putih, termasuk 12 orang yang terindikasi sebagai mata-mata.

"Bersama dengan Kerajaan Inggris, sekutu dan mitra lainnya, Australia mengambil tindakan sebagai tanggapan terhadap serangan agen saraf baru-baru ini di Salisbury, Inggris," kata Turnbull dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Selasa (27/3/2018).

"Dua diplomat Rusia yang diidentifikasi sebagai petugas intelijen yang tidak dideklarasikan akan diusir oleh Pemerintah Australia atas tindakan yang tidak konsisten dengan status mereka, sesuai dengan Konvensi Wina," lanjut Turnbull.

Baca juga: George Galloway: AS Usir 60 Diplomat Rusia Adalah Deklarasi Perang

Kremlin belum bereaksi atas tindakan Canberra. Namun, Kremlin sudah memperingatkan AS dan negara-negara lain bahwa Moskow akan mengambil tindakan pembalasan dengan waktu yang tidak lama.
(mas)
Berita Terkait
AS dan Inggris Bongkar...
AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia
Rusia: Kacamata Pintar...
Rusia: Kacamata Pintar Facebook Bisa Jadi Alat Mata-mata Amerika Serikat
Penyelidikan Inggris:...
Penyelidikan Inggris: Putin Dalang Serangan Racun Ganas Novichok terhadap Eks Mata-mata Rusia!
Rusia Tolak Ultimatum...
Rusia Tolak Ultimatum AS Soal Perjanjian Mata-mata Open Skies
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Angkatan Udara Rusia...
Angkatan Udara Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
47 menit yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
2 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
3 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
4 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved