Trump Ucapkan Selamat atas Kemenangan Putin, AS Gaduh

Kamis, 22 Maret 2018 - 04:39 WIB
Trump Ucapkan Selamat...
Trump Ucapkan Selamat atas Kemenangan Putin, AS Gaduh
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump dihujat para politisi di Amerika Serikat (AS) setelah menelepon dan mengucapkan selamat kepada Vladimir Putin yang kembali terpilih sebagai Presiden Rusia usai menang pemilu. Tindakan Trump juga membuat gaduh publik AS, termasuk Gedung Putih.

Namun, pemimpin Amerika itu membela diri. Dia berdalih, ingin meminta bantuan Putin dalam menyelesaikan berbagai krisis dari Korea Utara hingga kriris Suriah.

Hujatan terhadap Trump bermunculan dari politisi Partai Republik dan Partai Demokrat. Selain ucapan selamat, klaim bahwa Trump akan melakukan pertemuan dengan Putin juga menuai kecaman.

Baca: Trump Telepon Putin Ucapkan Selamat Menang Pilpres Rusia

The Washington Post melaporkan bahwa Trump, dalam makalah briefing-nya, ajudan Trump sejatinya sudah memperingatkan presiden AS itu untuk tidak mengucapkan selamat kepada Putin. Pejabat Gedung Putih tidak membantah laporan itu, tetapi mengatakan siapa pun yang membocorkan hal itu terancam dipecat.

Orang kepercayaan Trump yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Trump marah tentang kebocoran materi briefing tersebut. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Kepala Staf Gedung Putih John Kelly ”frustrasi dan sangat kecewa” atas bocornya materi itu.

Melalui Twitter, Trump membela diri atas ucapan selamatnya kepada Putin yang memicu kegaduhan di AS.”Ingin saya mengesampingkannya. Mereka (laporan media) salah! Bergabung dengan Rusia (dan lainnya) adalah hal yang baik, bukan hal yang buruk,” tulis Trump.

”Itu dapat membantu menyelesaikan masalah dengan Korea Utara, Suriah, Ukraina, ISIS, Iran dan bahkan Perlombaan Senjata yang akan datang,” lanjut pembelaan Trump, yang dikutip Kamis (22/3/2018).

Baca juga: Trump Bakal Temui Putin Bahas Perlombaan Senjata Tak Terkendali

Ucapan selamat Trump kepada Putin muncul tak lama setelah AS mendukung Inggris dalam menyalahkan Rusia atas tuduhan mendalangi serangan racun saraf terhadap mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris selatan.

Para penghujat Trump menilai presiden AS itu terlalu toleransi terhadap pemimpin Rusia. “Kurangnya kredibilitas dalam mempertimbangkan hasilnya,” kecam pemimpin Senat, Mitch McConnell.

Senator John McCain, seorang kritikus Putin, bahkan berkomentar lebih kasar. ”Seorang presiden Amerika tidak akan memimpin dunia yang bebas dengan memberi selamat kepada para diktator atas kemenangan palsu dalam pemilu,” kata McCain.

Para pejabat pemerintah mengatakan tidak jelas apakah presiden telah melihat memo briefing Gedung Putih yang bocor ke Washington Post.

”Jika cerita ini akurat, itu berarti seseorang membocorkan dokumen briefing presiden. Bocornya informasi itu adalah pelanggaran yang bisa ditindak dan kemungkinan ilegal,” kata seorang pejabat senior Gedung Putih, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Senator dari Partai Republik Marco Rubio mengatakan bahwa dia tidak suka ucapan selamat Trump kepada Putin. Dia menganggap kebocoran materi briefing itu lebih buruk.

”Jika Anda tidak menyukai pria itu, berhentilah. Tapi untuk menjadi duplikat dan terus membocorkannya, itu berbahaya,” kata Rubio kepada wartawan.
(mas)
Berita Terkait
Dibela Vladimir Putin,...
Dibela Vladimir Putin, Begini Reaksi Donald Trump
Jadi Sorotan Dunia,...
Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?
Donald Trump dan Vladimir...
Donald Trump dan Vladimir Putin Akan Bertemu di Arab Saudi
Donald Trump: AS Harusnya...
Donald Trump: AS Harusnya Tak Terlalu Mengkhawatirkan Putin
Trump-Putin Lakukan...
Trump-Putin Lakukan Pembicaraan Via Telepon, Ini yang Dibahas
Donald Trump Tolak Sebut...
Donald Trump Tolak Sebut Vladimir Putin Diktator
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
14 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved