Melarikan Diri, Militan Suriah Tinggalkan 40 Ton Senjata Kimia

Kamis, 22 Maret 2018 - 03:24 WIB
Melarikan Diri, Militan...
Melarikan Diri, Militan Suriah Tinggalkan 40 Ton Senjata Kimia
A A A
MOSKOW - Fasilitas produksi senjata kimia telah ditemukan di daerah-daerah yang dibebaskan dari kelompok militan di Suriah. Militer Rusia menyatakan, ada lebih dari 40 ton senjata kimia ditinggalkan para militan yang melarikan diri.

“Kementerian Luar Negeri Suriah menunjukkan bahwa lebih dari 40 ton zat beracun ditemukan di wilayah yang dibebaskan dari teroris,” kata Igor Kirillov, komandan Pasukan Perlindung Nuklir, Biologi dan Kimia Rusia, pada hari Rabu.

Komentar itu disampaikan Kirilov dalam konferensi pers di Moskow tentang dugaan serangan racun saraf terhadap mantan aggen ganda Rusia, Sergei Skripal, di Salisbury, Inggris selatan. London dan beberapa sekutu Barat-nya menyalahkan Moskow atas insiden.

Kirillov mengatakan bahwa Barat tidak akan mundur dan siap menggunakan segala cara yang diperlukan untuk mendiskreditkan Rusia. Pejabat itu mengingat contoh yang pernah terjadi di Khan Shaykhun, Suriah.

Komandan itu juga mengkritik badan-badan internasional karena menolak bekerja sama dengan Damaskus dalam menyelidiki dugaan serangan-serangan senjata kimia di negara itu.

Pada akhir Februari, Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengaku telah memperoleh informasi bahwa gerilyawan di Ghouta Timur, pinggiran Damaskus, telah mempersiapkan provokasi dengan penggunaan zat beracun. “Untuk menyalahkan pasukan pemerintah dengan tuduhan sebagai pengguna senjata kimia terhadap warga sipil,” kata Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah.

Menurut Kirillov, pengungkapan temuan puluhan ton senjata kimia itu telah menggagalkan rencana koalisi yang dipimpin AS untuk menyerang target utama militer Suriah. AS dan sekutunya, lanjut Kirillov, hendak menyerang militer Damaskus dengan tujuan untuk membela oposisi moderat dengan mengubah keseimbangan kekuasaan di Suriah.

”Pergeseran fokus dari sesi ke-87 dari Dewan Eksekutif OPCW (Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia), dari dokumen kimia Suriah ke tuduhan tidak berdasar terhadap Rusia atas serangan kimia di Salisbury dan pelanggaran Konvensi Senjata Kimia hanya menegaskan kesimpulan bahwa tujuan koalisi telah digagalkan,” kata Kirillov, seperti dikutip Rusia Today, Kamis (22/3/2018).

Dugaan serangan senjata kimia pernah dilaporkan terjadi di Khan Shaykhun , Idlib, yang berlangsung pada 4 April 2017 di daerah yang dikuasai oleh kelompok teroris Front Al-Nusra . Sekitar 100 warga sipil tewas oleh gas sarin, yang dijatuhkan melalui serangan udara yang dituduhkan dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah.

Washington saa itu merepons dengan segera bergegas untuk menyalahkan Damaskus atas serangan itu dan menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di Pangkalan Udara Shayrat. Target yang diserang AS kala itu diklaim sebagai basis jet tempur Suriah yang digunakan untuk melakukan serangan kimia.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
2 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
7 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
8 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
10 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved