Thailand Selidiki Korupsi Bantuan untuk Warga Miskin

Rabu, 21 Maret 2018 - 13:48 WIB
Thailand Selidiki Korupsi...
Thailand Selidiki Korupsi Bantuan untuk Warga Miskin
A A A
BANGKOK - Kantor Komisi Anti-Korupsi Sektor Publik (PACC) Thailand sedang menyelidiki dugaan penyelewengan hingga 85% dana negara untuk membantu warga miskin.

Ini menjadi skandal baru yang melilit pemerintahan militer Thailand yang berjanji membersihkan korupsi. PACC menemukan bukti pelanggaran hingga senilai USD3,2 juta (Rp44 miliar).

“Kita mungkin menemukan bahwa ada praktik-praktik korupsi melibatkan uang untuk warga berpenghasilan rendah yang dialokasikan negara setiap tahun,” ungkap Sekretaris Jenderal PACC Korntip Daroj kepada kantor berita Reuters kemarin.

Korntip menambahkan, “Kami telah menginvestigasi dan menemukan sejumlah instansi terkait korupsi serta bukti di sekitar 49 dari 76 provinsi.” Dana itu diberikan langsung kepada warga yang membutuhkan dengan masingmasing orang sekitar USD100.

Dana itu dicairkan melalui Kementerian Keamanan Manusia dan Pembangunan Sosial. Kementerian tersebut belum memberikan komentar atas laporan tersebut. Korntip menjelaskan, penggelapan dana itu dilakukan melalui salinan kartu identitas penduduk palsu. Mereka juga menemukan dana itu tidak pernah sampai pada warga yang ada dalam data penerima.

Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha yang memimpin junta setelah kudeta 2014 menjelaskan, dia memerintahkan pemecatan untuk semua pejabat yang terlibat dan meminta kementerian terkait melakukan investigasi. Prayuth menjelaskan, setelah rapat kabinet bahwa pemerintah selalu tegas terhadap korupsi.

“Saya tidak ingin Anda berpikir bahwa ini menjadi lebih buruk,” ujar dia. Investigasi terbaru itu dilakukan saat Deputi PM Thailand Prawit Wongsuwan diselidiki karena gagal mendeklarasikan sejumlah asetnya berupa koleksi arloji mewah. Investigasi itu memicu unjuk rasa terbaru mendesak diakhirinya pemerintahan militer dengan pemilu pada Februari 2019 setelah berulang kali ditunda pelaksanaannya.

Junta berkuasa dengan dalih memberantas korupsi di Thailand serta mengakhiri satu dekade kebuntuan politik antara berbagai kekuatan politik. Meski demikian, junta dikritik karena dianggap gagal mengatasi kekebalan hukum bagi warga kaya dan berkuasa.

Thailand masuk dalam peringkat 96 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi 2017 versi Transparency International. Peringkat itu sedikit membaik dari 2016.

Krisis politik di Thailand diwarnai dengan sejumlah konflik dan kudeta sejak penggulingan mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra. Junta menuding Thaksin terlibat korupsi dan menjatuhkan vonis penjara. Thaksin menghindari vonis itu dengan mengasingkan diri ke luar negeri. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
39 menit yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved