Netanyahu Akui Israel Gagal Cari Alternatif Selain Hamas di Gaza
Kamis, 16 Mei 2024 - 22:02 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengakui kegagalan pemerintahannya dalam menerapkan alternatif terhadap gerakan Hamas dan melibatkan warga Palestina dalam pemerintahan di Jalur Gaza.
Dia menambahkan, pembicaraan tentang “hari setelahnya” hanyalah “kata-kata tanpa isi” selama Hamas “tetap utuh”.
Komentarnya muncul dalam klip video di mana dia mengakui telah menginstruksikan tentara mengizinkan warga Palestina di Jalur Gaza untuk terlibat dalam proses pengelolaan wilayah tersebut dan mendistribusikan bantuan, namun upaya tersebut tidak berhasil.
“Sampai jelas bahwa Hamas tidak menguasai Gaza secara militer, tidak ada seorang pun yang siap mengambil alih kendali sipil atas Gaza karena takut akan nyawa mereka,” klaim Netanyahu yang dikenal sebagai 'tukang jagal Gaza' karena tentaranya telah membunuh lebih dari 35.200 warga Palestina.
Pernyataan Netanyahu merupakan pengakuan tersirat bahwa Hamas pada dasarnya masih menguasai Jalur Gaza.
Lebih lanjut, dia memperbarui penolakan pemerintahnya terhadap resolusi PBB yang dikeluarkan pekan lalu mengenai pengakuan negara Palestina.
Dia menambahkan, pembicaraan tentang “hari setelahnya” hanyalah “kata-kata tanpa isi” selama Hamas “tetap utuh”.
Komentarnya muncul dalam klip video di mana dia mengakui telah menginstruksikan tentara mengizinkan warga Palestina di Jalur Gaza untuk terlibat dalam proses pengelolaan wilayah tersebut dan mendistribusikan bantuan, namun upaya tersebut tidak berhasil.
“Sampai jelas bahwa Hamas tidak menguasai Gaza secara militer, tidak ada seorang pun yang siap mengambil alih kendali sipil atas Gaza karena takut akan nyawa mereka,” klaim Netanyahu yang dikenal sebagai 'tukang jagal Gaza' karena tentaranya telah membunuh lebih dari 35.200 warga Palestina.
Pernyataan Netanyahu merupakan pengakuan tersirat bahwa Hamas pada dasarnya masih menguasai Jalur Gaza.
Lebih lanjut, dia memperbarui penolakan pemerintahnya terhadap resolusi PBB yang dikeluarkan pekan lalu mengenai pengakuan negara Palestina.
Lihat Juga :